3 Orang Ditangkap di Bogor Terkait Peredaran Uang Palsu

3 Orang Ditangkap di Bogor Terkait Peredaran Uang Palsu

Polisi di Bogor, Jawa Barat, telah menangkap tiga orang karena diduga mendistribusikan uang palsu.

Orang-orang kebanyakan menggunakan uang palsu saat berbelanja di malam hari, kata juru bicara Polisi Depok Adj. Kawan Sutrisno.

Ketiga pria tersebut, yang diidentifikasi sebagai Bayu Saputra, 22, Achmad Agus Ardian, 36, dan Hari Hariyanto alias Ombeng, 30, ditangkap setelah Bayu berbelanja di sebuah toko kelontong di Jl. Argo Raya di Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Senin malam.

“Pemilik toko, Dedi Rachmat, mencurigai tagihan sebesar Rp 50.000 yang diajukan Bayu,” kata Sutrisno, Selasa.

Dedi melaporkannya ke polisi, yang kemudian menangkap Bayu beberapa jam kemudian. Ini menjadi kasus yang cukup jadi perhatian karena peredaran uang palsu ini meresahkan masyarakat.

Setelah mempertanyakan tersangka, polisi menangkap Achmad dan Hari saat mereka berbelanja di sebuah toko kelontong di Jl. Raya Bambu Kuning, juga di Bojong Gede.

“Tersangka melakukan tindakan di malam hari sehingga uang palsu tidak dikenali,” kata Sutrisno seperti dikutip kompas.com.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa setelah sebuah serangan polisi di rumah mereka, para pejabat menyita 13 Rp 50.000 uang kertas, lima uang kertas $ 10.000 dan sepuluh bundel Euro sebesar € 1 juta.

Para tersangka mengatakan bahwa mereka membeli uang palsu dari seorang pria yang diidentifikasi hanya sebagai A, yang dicari polisi, tambahnya.

Peredaran uang palsu saat ini memang belum diketahui ada berapa banyak. Meskipun demikian, setiap orang yang meneria uang memang diharapkan mengecek kembali uang tersebut guna memastikan keaslian dari uang yang diterimanya. Bukan hanya kerugian, anda mungkin bisa saja terjebak dan harus berurusan dengan pihak kepolisian apabila menerima uang palsu dalam jumlah besar.