Black Campaign Jadi Senjata Mematikan Artis Calon Kepala Daerah

Black Campaign Jadi Senjata Mematikan Artis Calon Kepala Daerah

Black Campaign Jadi Senjata Mematikan Artis Calon Kepala Daerah

Tentunya kita sudah tidak heran lagi jika melihat pada pemilihan Kepala Daerah ataupun Gubernur dengan adanya calon dari artis-artis yang sudah kita kenal namanya dari televisi. Yup semua warga negara bebas untuk bisa mencalonkan dirinya menjadi Kepala Daerah atau Gubernuh termasuk juga artis-artis Indonesia. Sudah tidak terhitung berapa banyak artis kita yang tampil menjadi calon dalam pemilihan Kepala Daerah. Walaupun tidak semua yang bisa lolos. Ada yang gagal tentunya.

Tapi ada juga yang berhasil untuk menjadi orang no 1 didaerah tersebut.  Sebut saja ada Singit Purnomo Syamsuddin atau yang sudah kita kenal nama panggilannya Pasya Ungu yang sukses menjadi wakil walikota Palu. Kemudian kita juga tahu sepak terjang seorang artis Zumi Zola yang menjadi Gubernur Jambi pada saat ini. Dimana kita sangat tahu ketegasan kepemimpinan untuk membuat Jambi menjadi kota yang sangat maju.

Jangan lupakan artis senior kita, Deddy Mizwar yang menjadi wakil gubernur Jawa Barat sejak 2013 silam. Dan jangan lupakan juga artis Dede Yusuf dan Rano Karno yang juga sukses sebagai kepala daerah lainnya. Yang menjadi pertanyaannya, apakah mereka menggunakan popularitasnya sebagai artis untuk bisa maju dalam pemilihan kepala daerah tersebut? Bisa jadi. Hanya sayangnya dengan popularitas tersebut, mereka juga bisa jatuh dan kalah. Dengan popularitas tersebut juga, para pesaing lawan mereka dalam pemilihan bisa menggunakan dengan cara kotor.

Apa yang dilakukan oleh pesaingnya? Mereka siap melakukan black campaign untuk bisa menjatuhkan para artis calon kepala daerah tersebut. Hal ini juga menjadi perkataan seorang Timsus Pilkada yang bernama Devia Sherly. Sherly mencermati jika artis-artis yang mencalonkan dirinya dalam Pilkada ataupun Pilgub akan mudah terkena black campaign. Sherly juga memberi catatan khusus bagi calon kepala daerah yang kebetulan berjenis kelamin perempuan yang ternyata lebih rentan terkena black campaign daripada artis yang berjenis kelamin laki-laki.

Menjatuhkannya akan lebih mudah tentunya. Sebut saja ada nama Emilia Contessa yang gagal dalam Pilkada Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Kemudian ada nama artis perempuan cantik, Rieke Diah Pitaloka yang harus ikhlas menerima kekalahan dari pasangan Ahmad Heryawan dan Deddu Mizwar dalam Pilgub Jawa Barat 2013 silam. Sherly membandingkan jika untuj artis lelaki akan banyak celah dalam pembelaan diri mereka sendiri tapi tidak untuk artis perempiuan.

Black Campaign Jadi Senjata Mematikan Artis Calon Kepala Daerah

Dimana jika terdapat sedikit saja masalah dalam keluarganya, sudah pasti akan langsung jatuh dalam pemilihan tersebut. Sherly menilai black campaign sudah menjadi rahasia umum yang sering dilakukan dalam setiap pemilihan kepala daerah manapun. Terlebih jika tim sukses dari masing-masing calon mempunyai kehebatan dalam menyusun black campaign yang rapi tentunya.