OJK Keluarkan Regulasi Mata Uang

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menerbitkan peraturan mengenai melindungi nilai mata uang untuk membantu investor melindungi investasi mereka di pasar saham terhadap kemungkinan penurunan nilai tukar rupiah.

“Peraturan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko mata uang bagi investor asing dengan harga yang lebih kompetitif,” kata Ketua OJK Wimboh Santoso pada hari Selasa.

Dia berharap regulasi hedging mata uang, yang saat ini dalam persiapan, bisa diimplementasikan dalam beberapa bulan ke depan.

Wimboh mengatakan dengan fasilitas hedging mata uang, investasi di pasar saham Indonesia akan lebih menarik bagi investor asing karena investasinya akan terlindungi dari kemungkinan penurunan nilai mata uang terhadap mata uang asing.

Bursa Efek Indonesia merupakan salah satu pemain terbaik di Asia pekan lalu. Stock Composite Index mencapai rekor tertinggi di 6.355 pada penutupan perdagangan tahun lalu. Indeks naik 20 persen dari 5.296 pada penutupan perdagangan di 2016.

Rupiah juga relatif stabil pada 2017. Tahun ini berakhir pada harga Rp 13.520 terhadap dolar AS, sedikit mengalami penurunan dari Rp 13.400 di awal Januari.

Wimboh mengatakan dengan iklim investasi yang lebih kondusif, pasar saham akan memainkan peran lebih penting dalam menyediakan dana untuk kegiatan bisnis. Dana yang diperoleh dari pasar modal Indonesia mencapai Rp 257,02 triliun pada 2017, melampaui target OJK sebesar Rp 217,02 triliun.

 

Garuda Kerjasama Dengan GMF

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia pada hari Rabu menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan jasa perawatan pesawat PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) untuk memperpanjang kontraknya ditandatangani pada 2013. Kontrak tersebut akan berakhir pada Juni 2018.

Kontrak baru, yang ditandatangani oleh CEO GMF dan presiden direktur Iwan Joeniarto dan Garuda Indonesia, adalah direktur teknik dan perawatan I Wayan Susena di Jakarta.

“Garuda Indonesia sangat selektif dalam menunjuk mitra MRO [perawatan, perbaikan dan pengoperasian] armada,” kata Wayan, menambahkan bahwa sekitar 60 persen perawatan pesawat Garuda ditangani oleh GMF.

Dia mengatakan bahwa perusahaannya percaya bahwa GMF menawarkan pekerjaan MRO berkualitas tinggi karena telah mendapatkan sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA) pada tahun 2017.

Iwan mengatakan bahwa, dengan kontrak baru tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa GMF akan menjadi mitra internasional Garuda.

Iwan mengatakan GMF memiliki kontrak jangka panjang dengan maskapai domestik Citilink dan Sriwijaya Air, Vietnam Vietjet Air dan beberapa maskapai Korea lainnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, meski Garuda menyumbang sekitar 65 persen dari pendapatannya, angka tersebut akan terus menurun karena GMF telah melihat peningkatan pesanan dari maskapai lain.

GMF melihat pendapatan sekitar US $ 520 juta pada 2018, naik 15% -20% dari angka tahun ini, kata Iwan.

Garuda Indonesia sendiri merupakan salah satu maskapai terbaik yang ada di Indonesia. Garuda menjadi maskapai nomor satu di Indonesia dan masuk jajaran elit sebagai maskapai terbaik yang ada di Indonesia.

Maskapai kebanggaan Indonesia ini memang sudah sejak lama menjadi salah satu maskapai yang menjunjung tinggi kualitas sehingga tidak heran perjalanan Garuda yang sudah lama masih eksis dan terus mendapat kepercayaan dari para pengguna akomodasi udara.

Meskipun banyak maskapai-maskapai yang kini masuk ke Indonesia untuk tujuan yang juga sama seperti Garuda, namun Garuda masih menjadi pilihan pertama bagi penumpang yang ingin menikmati perjalanan nyaman dan aman. Maskapai kebanggaan Indonesia ini juga pernah menjadi salah satu sponsor dari klub sepak bola terkenal asal Inggris, Liverpool.

Presiden Nauru Baron Divavesi Bertemu Presiden Jokowi Di Bogor

Presiden Nauru Baron Divavesi Waqa bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Bogor di Jawa Barat pada hari Jumat.

Kedua pemimpin tersebut membicarakan kerja sama maritim. “Setelah pertemuan, mereka sepakat untuk bekerja sama dalam pengembangan sumber daya kelautan dan kelautan,” kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi usai menemani Jokowi pada pertemuan tersebut.

Dia menambahkan bahwa lingkup kerja sama mencakup pertukaran informasi tentang penangkapan ikan ilegal, tidak diatur dan tidak dilaporkan (IUU) dan menemukan cara untuk memecahkan masalah.

Retno mengatakan bahwa pembicaraan mengenai masalah ini akan berlanjut saat perwakilan Indonesia mengunjungi Nauru pada bulan Januari untuk menghadiri peringatan hari kemerdekaan ke-50 negara kepulauan tersebut.

“Presiden Nauru telah mengundang presiden kita untuk menghadiri acara tersebut, namun Presiden Jokowi telah menugaskan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto untuk menghadiri acara tersebut. Dalam kunjungan tersebut, Wiranto akan datang dengan tim ekonomi untuk menindaklanjuti masalah ini, dia berkata.

Nauru telah lama mengkritik Indonesia mengenai situasi hak asasi manusia di Papua. Pada bulan September 2016, negara ini, bersama beberapa negara Pasifik lainnya seperti Kepulauan Solomon, Vanuatu, Kepulauan Marsekal, Tuvalu dan Tonga, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menangani masalah hak asasi manusia di provinsi Papua dan Papua Barat.

Pertemuan yang dilakukan oleh pemimpin negara-negara yang memiliki hubungan kurang baik memang menjadi salah satu jalan yang ditempuh untuk memperbaiki hubungan yang kurang harmonis. Kunjungan Presiden Nauru ke Indonesia mengindikasikan bahwa hubungan antara kedua negara bisa diperbaiki melalui dialog bersama dalam satu forum.

Isu HAM serta kemaritiman hanyalah 2 dari beberapa isu yang akan dibahas oleh kedua negara dalam undangan balasan yang diberikan oleh Presiden Nauru pada pihak Indonesia. Harapan dari pertemuan ini membuahkan hasil serta kesepakatan yang tentunya sama-sama saling menguntungkan.