Jokowi Sarankan Pengusaha Mulai Investasi di Indonesia

 

Jokowi Sarankan Pengusaha Mulai Investasi di Indonesia

Presiden Joko Widodo menyampaikan kepada semua pengusaha di Indonesia untuk bisa segera memulai investasi dengan uang yang mereka miliki di Indonesia. Yup Jokowi mengatakan agar mereka mau menginvestasikan uangnya tetap di Indonesia. Ini tentunya memang dicanangkan oleh Jokowi agar komitmen pemerintahan dalam memperbaiki peringkat kemudahan investasi di Indonesia bisa tercapai segera.

Inilah waktu yang sangat tepat tutur Jokowi lebih lanjut dengan melihat hawa politik di Indonesia yang sedang adem ayem atau dengan kata lain sedang berjalan aman tenteram. Dengan melihat hawa politik yang sedang aman di Indonesia saat ini, Indonesia sudah dipastikan menjadi negara yang diincar oleh banyak investor luar negeri, walau ada juga yang berasal dari dalam negeri sendiri. Sayangnya yang terlihat banyak dalam berinvestasi selama ini adalah investor-investor luar yang berani mengambil peluang emas tersebut.

Jadi jika sampai para pengusaha Indonesia kecolongan terlebih dahulu dari para pengusaha-pengusaha luar, Jokowi meminta mereka tidak boleh serta merta menyalahkan pemerintah. Terlebih jika Jokowi sudah memberi tahunya seperti saat ini. Jokowi juga mau memastikan kepada semua pengusaha, in merupakan kesempatan langka yang harus benar-benar diperhatikan oleh mereka semua. Jokowo sudah paham jika para pengusaha tersebut tahu betul akan banyaknya peluang dinegaranya sendiri tersebut.

Jokowi merasa tidak perlu membeberkan peluang-peluang apa saja yang ada untuk mereka dii Indonesia, hal itu karena pengusaha sudah tahu lebih daripada dirinya sendiri. Jokowi memang sudah sewajarnya mengingatkan para pengusaha tersebut, terlebih mereka yang bingung akan diinvestasikan kemana uang mereka. Jokowi juga sedang berusaha untuk tetap memperbaiki kemudahan bagi pengusaha Indonesia dalam hal berinvestasi.

Jokowi juga mengatakan akan terus menekan sehingga semakin tahun akan semakin membaik lagi. Sehingga kedepannya, akan tercipta iklim investasi yang sangat bagus dinegeri tercinta mereka, Indonesia. Jokowi juga membanggakan jika pada saat ini, Indonesia sedang menjadi perhatian banyak investor luar negeri. Dan mereka sedang bersiap-siap untuk memanfaatkan keuntungan ini. Dan Jokowi juga berharap hal yang sama dilakukan oleh investor asal Indonesia agar ikut memanfaatkan situasi yang menguntungkan ini. jangan sampai ketinggalan, pesan Jokowi lebih lanjut.

Jokowi Sarankan Pengusaha Mulai Investasi di Indonesia

Jokowi juga sering mendapatkan pertanyaan dari banyak pengusaha yang ada diluar negeri tentang keamanan berinvestasi di Indonesia saat ini. Jokowi tegaskan kepada mereka yang ragu, jika Indonesia masih sangat aman untuk menanamkan modal usahanya di Indonesia. Jangan takut untuk masalah keamanan. Karena semua bisa dikendalikan oleh Polri dan TNI yang sudah bersatu dalam pemerintahannya saat ini.

Perhatikan Etika Ini Untuk Bicara Politik di Tempat Kerja

 

Perhatikan Etika Ini Untuk Bicara Politik di Tempat Kerja

Berinteraksi dengan orang lain sudah pasti menjadi sebuah kebutuhan yang mutlak pada saat ini. Terlebih jika ada saja hal-hal diluar sana yang bisa menjadi bahan perbincangan. Dimana perbincangan tersebut sudah menyangkut ranah politik dalam negeri kita sendiri. Apalagi saat akan dimulainya masa kampanye menjelang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ataupun Pemilihan Gubernur (Pilgub) dimana akan ada banyak orang yang membahas pilihannya masing-masing.

Bahkan mereka bisa mendadak berubah menjadi pengamat politik dadakan yang muncul setiap saat dan dimana saja. Yang paling hangat-hangatnya adalah Pilkada DKI Jakarta yang mulai akan memasuki babak baru, putaran ke-2 dimana akan berhadapan 2 pasang calon kuat yang bisa memimpin kota yang tidak pernah tidur tersebut. Bahkan ranah untuk tempat perbincangan sudah meluas sampai dengan lingkungan kerja.

Yup tempat bekerja kita tidak luput sebagai tempat yang baik untuk membicarakan masalah politik Indonesia pada saat ini. Sesama rekan kerja bisa saling berbicara satu sama lain untuk membahas apapun, bukan hanya membicarakan pekerjaannya saja. Tapi juga bisa membahas hal lain seperti olahraga sepakbola untuk kaum laki-laki ataupun fashion akan menjadi pembicaraan seru untuk kaum wanita ditempat kerja. Tapi semua topik tersebut akan kalah saat kita mulai memasuki adanya Pilkada, Pilgub ataupun Pemilu.

Dengan saling menjagokan pilihannya masing-masing, tempat kerja akan menjadi tempat yang jauh lebih ramai. Perdebatan akan menajdi hal yang paling sering kita lihat, walau pada akhirnya perdebatan akan berakhir dengan gelak tawa mereka. Tapi apakah yang mereka lakukan tersebut salah? Maksudnya membicarakan hal tersebut ditempat mereka seharusnya bekerja? Memang tidak disalahkan sama sekali bagi karyawan yang ingin bertukar pikiran diwaktu senggang tapi mereka harus memperhatikan beberapa hal seperti :

Pertama, kita harus sadar akan sebuah resiko dengan topik politik yang sebenarnya bisa jadi sensitif bagi sebagian kecil orang. Karena tidak menutup kemungkinan pembahasannya bisa jadi meluas yang memunculkan isu SARA. Ada orang-orang yang tidak perduli akan hal tersebut. Tapi jangan samakan satu orang dengan orang lainnya. Sebagian ada yang mempunyai sikap fanatik. Jadi siahkan saja membicarakan masalah politik di tempat kerja, tapi berhati-hatilah saat berbicara.

Kedua, kita akan menjadi partner berbicara yang menyenangkan jika kita merupakan sosok orang yang mempunyai pikiran yang terbuka. Artinya kita bukan hanya akan berbicara, tapi juga akan menjadi pendengar yang baik dimana kita sudah pasti akan mudah menerima pandangan karyawan lainnya. Kita bukan tipe yang akan memaksa opini kita sendiri.

Ketiga, mempunyai pilihan yang berbeda antar setiap orang pastinya sudah pasti ada. Tapi saat berada ditempat kerja, hormati pilihan karyawan lain akan menjadi kunci keharmonisan dalam sebuah kantor. Tentunya hal ini akan berimbas dengan nyamannya kita saat sedang berada dikantor.

Perhatikan Etika Ini Untuk Bicara Politik di Tempat Kerja

Terakhir, jangan segan untuk mengakhiri perdebatan jika pada akhirnya ada perdebatan yang mulai mengarah kearah tidak sehat. Ini tentunya untuk bisa menghindari hal-hal yang tidak perlu terjadi, seperti perkelahian. Rugi bukan sampai dipecat oleh atasan hanya karena kita ribut dikantor?

 

Akhirnya Warga Papua Merasakan Hasil Bumi Freeport

Akhirnya Warga Papua Merasakan Hasil Bumi Freeport

Dan inilah janji pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk semua masyarakat Papua. Dimana mereka sangat menjamin akan memberi jatah yang sangat besar untuk kemajuan bumi Papua jika PT. Freeport Indonesia siap dan mau melaksanakan divestasi saham 51 persen. Untuk besaran divestasi saham 51 persen tersebut memang sudah diatur sebaik-baik dalam Peraturan Pemerintah No.1 Tahun 2017 dimana setiap perusahaan tambang asing harus mengeluarkan divestasi saham sebesar 51 persen tersebut.

Artinya jika PT. Freeport melunak dengan mau mengeluarkan kewajiban saat menambang di Indonesia, sudah pasti pemerintah pusat tidak akan melupakan dalam pembagian keuntungan yang harus diterima didaerah tempat penambangan tersebut berada. Hal ini terkait dengan pembicaraan lebih lanjut antara Bupati Mimika Papua, Eltinus Omaleng yang sudah bertemu dan membicarakan lebih lanjut dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Bisar Pandjaitan.

Pertemuan yang diadakan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman tersebut memang membawa pesan dan dukungan dari rakyat Papua untuk benar-benar melaksanakan  Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 tentang sebuah pelaksanaan yang harus dijalankan sehuubungan atas kegiatan penambangan mineral dan batubara dibumi Indonesia.

Yup Eltinus memang sengaja datang ke ibukota Jakarta untuk menyampaikan hal tersebut. Dimana pemerintah daerah Mimika bersama masyarakat adat (ulayat) sangat meminta agar peraturan tersebut bisa diberlakukan untuk PT. Freeport. Seperti yang sudah kita ketahui jika PT. Freeport sendiri memang sudah bertahun-tahun mengadakan penambangan emas. Walaupun begitu, masyarakat Papua sama sekali belum merasakan sendiri hasil penambangan tersebut.

Kemudian dalam pertemuan tersebut juga, Eltinus menyampaikan jika semua masyarakat Papua sangat menginginkan bagian keuntungan atas hasil penambangan tersebut. Ini artinya, masyarakat Papua meminta sebagian saham dari PT. Freeport Indonesia jika pada nantinya mereka mau melepas saham sebesar 51 persennya. Dan pada saat itu juga, Luhut langsung mengambulkan keinginan yang disampaian oleh sang Bupati Timika tersebut. Luhut juga memberikan jaminan jika nantinya semua saham tersebut bisa dimiliki oleh pemerintah provinsi, kabupaten serta tidak lupa pemilik hak ulayat.

Akhirnya Warga Papua Merasakan Hasil Bumi Freeport

Dan setelah semua sudah terbagi, sisanya akan dimilikii oleh pemerintah pusat tutur Eltinus usai pertemuannya dengan sang menteri tersebut. Lebih lanjut Eltinus menyerahkan semua hal tersebut kepada pemerintah pusat untuk bisa mengatur tata cara kepemilikan atas saham PT. Freeport Indonesia. Terakhir, Eltinus mengatakan jika sudah sepantasnya masyarakat Papua merasakan dan mendapat bagian dari hasil tambang yang memang berada di tanah Papua.

 

JK Berpesan Pada Pengusaha Muda Tak Terjun ke Politik

JK Berpesan Pada Pengusaha Muda Tak Terjun ke Politik

Tentunya kita sudah sangat tahu bagaimana kerasnya dunia politik di Indonesia. Saling sikut bahkan pembunuhanpun bisa saja terjadi untuk bisa memenangkan dirinya dalam jajaran politik tanah air. Tergiur akan pendapatan yang lebih besar menjadi hal utama bagi mereka. Yang menang diperkirakan akan mendapat banyak sekali keuntungan. Jadi tidak heran bukan, segala macam cara bisa digunakan untuk menjatuhkan lawan-lawan politiknya.

Oleh karena itulah Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla menekankan kepada semua pengusaha-pengusaha muda yang berada di tanah air saat ini untuk bisa menjauh dari hiruk pikuk dunia politik Indonesia yang sedang tidak stabil belakangan ini. Jusuf Kalla hanya meminta semua pengusaha muda bisa untuk memfokuskan dirinya dalam membangun bisnisnya di Indonesia dan akhirnya lewat bisnis mereka akan membuat Indonesia menjadi lebih maju kedepannya. Mengapa Jusuf Kalla sampai mengatakan hal tersebut?

Tentunya sebagai orang yang juga berurusan dengan dunia politik, Jusuf Kalla sangat mengetahui dengan pasti kesibukan seseorang saat mulai terjun didunia politik. Dengan kesibukannya tersebut, para pengusaha akan kesulitan dalam mengembangkan bisnisnya dimasa yang akan datang. Hal ini memang diutarakan oleh Jusf Kalla karena dia melihat jika para pengusaha yang akhirnya terjun kedunia merasa mempunyai kemampuan untuk terjun kedunia politik sekaligus bisa mengurus bisnisnya.

Lebih lanjut Jusuf Kalla mengatakkan bahwa untuk terjun kepolitik memang baik tapi pada saatnya nanti para pengusaha akan bisa kehilangan kemampuan mereka untuk berbisnis dan ini sangat berbahaya untuk perkembangan bisnis di Indonesia. Jusuf Kalla sendri menilai jika pada saat ini Indonesi sangat membutuhkan pengusaha dalam jumlah yang banyak tentunya untuk membuat negara Indonesia lebih maju.

Dan pastinya Jusuf Kalla juga mengatakan bahwa ekonomi Indonesia akan semakin membaik dengan banyaknya pengusaha. Jusuf Kalla juga sangat menyakini bahwa akan banyak pengusaha yang bisa meningkatkan kemampuan berusahanya dan kemudian bersinergi bersama pengusaha lainnya untuk membangun ekonomi Indonesia yang lebih kuat. Jusuf Kalla percaya dengan didukung oleh semangat yang tinggi, para pengusaha akan bisa memanjukan dirinya dan tentunya bangsanya sendiri.

JK Berpesan Pada Pengusaha Muda Tak Terjun ke Politik

Terakhir, Jusuf Kalla sangat menaruh harapan yang besar kepada semua pengusaha untuk bisa terus mengembangkan dirinya. Dimana mereka bisa bersama-sama membawa negeri tercintanya Indonesia mengejar ketertinggalannya dari negara lain. Penjuangan yang sekarang sudah sangat berbeda dengan jaman dulu, sekarang kita sudah lebih banyak dipermudah karena kemerdekaan. Perjuangan yang dulu adalah berjuang lepas dari penjajahan sekarang harus berjuang untuk membuat Indonesia lebih maju.

Jokowi Diminta Manfaatkan Momen Kedatangan Raja Salman Ke Indonesia

 

Jokowi Diminta Manfaatkan Momen Kedatangan Raja Salman Ke Indonesia

Sudah siapkah Indonesia menyambut kedatangan Raja Salman dari Saudi Arabia? Jika melihat pemberitaan akhir-akhir ini, sepertinya pemerintah sedang benar-benar disibukkan dengan persiapan kedatangan sang raja tersebut ke Indonesia pada bulan Maret 2017 ini. Dan kedatangan Raja Salman ini sebenarnya sangat memungkinkan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pemerintah Jokowi saat ini. Banyak yang berpendapat jika Presiden Indonesia saat ini, Jokowi akan mampu untuk bisa memaksimalkan kedatangan Raja Salman di Jakarta nanti.

Menurut beberapa kalangan termasuk Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam (PSTII) Universitas Indonesia (UI), Abdul Muta’ali mengatakan jika Jokowi diharuskan sudah mengerti untuk bisa memainkan 2 peranan sekaligus. Apa saja? Tentu saja untuk untuk bisa memanfaatkan secara kepentingan politik pemerintahannya saat ini dan pastinya untuk memanfaatkannya atas nama kepentingan nasional Indonesia.

Lebih lanjut Abdul mengatakan jika kita mau melihat lagi dari segi politik luar negeri Indonesia, maka kita akan dipandang sebagai negara yang mempunyai mazhab bebas dan non blok dan ini pastinya harus bisa dipertahankan. Sedangkan untuk melihat kedalam politik dalam negeri Indonesia, kehadiran Raja Salman akan bisa sedikitnya meredakan ketegangan yang saat ini melanda. Terlebih disaat ini dimana kita melihat masih banyak pandangan yang mengatakan jika pemerintahan Jokowi saat ini menjaga jaraknya dengan umat islam di Indonesia.

Persepsi-persepsi bercampur dengan berita hoak di media sosial saat ini akan bisa langsung runtuh seketika dengan kedatangan Raja Salman tersebut. Kemudian kedatangan Raja Salman yang membawa rombongan sampai 1500 orang dengan 7 buah pesawat Boeing ini akan bisa menepis isu tentang adanya Tiongkokisasi yang beredar di Indoenesa saat ini. Selain akan menjawab kepentingan politik pemerintahannya, Presiden Jokowi diharuskan mampu membawa kepentingan nasional atas kehadiran Raja Salman.

Kemungkinan Jokowi bisa membahas bersama dengan Raja Salman tentang masalah kuota haji agar bisa untuk ditambah lagi mengingat Indonesia merupakan negara dengan muslim terbanyak di dunia. Kemudian Abdul menambahkan, Presiden Jokowi juga bisa membicarakan langkah-langkah ke-2 negara dalam memberi perlindungan untuk tenaga kerja Indonesia (TKI) yang saat ini bekerja di Arab Saudi. Ini dimaksudkan agar kita tidak mendengar kembali bagaimana disiksanya para TKI akibat perlakuan kejam dari majikannya di Arab Saudi.

Jokowi Diminta Manfaatkan Momen Kedatangan Raja Salman Ke Indonesia

bdul juga melihat sangat penting juga bagi Presiden Jokowi untuk juga meningkatkan kerjasama dengan Arab Saudi untuk masalah lain seperti pendidikan dan kebudayaan. Untuk masalah investasi di Indonesia, Presiden Jokowi harus bisa memanfaatkan kedatangan Raja Salman dimana Indonesia sangat berpotensi besar akan pintu ekonomi melalui investasi. Jika semua hal tersebut bisa dilakukan oleh Presiden Jokowi, Abdul mengatakan seperti sebuah pepatah dimana akan ada 2-3 pulau terlampau hanya dengan sekali dayung. Artinya akan banyak kepentingan yang bisa langsung selesai saat kedatangan Raja Salman tersebut.