Bank Indonesia Peringatkan Pemilik Dan Trader Koin Digital

Bank Indonesia mengambil sikap tegas terhadap kripto yang mendesak agar semua pihak menahan diri untuk tidak melakukan penjualan, penjualan atau perdagangan token.

“Memiliki mata uang virtual sangat berisiko dan inheren spekulatif,” kata bank sentral tersebut dalam sebuah pernyataan Sabtu. Token digital “cenderung membentuk gelembung aset dan cenderung digunakan sebagai metode untuk pencucian uang dan pendanaan terorisme, sehingga berpotensi mempengaruhi stabilitas sistem keuangan dan membahayakan masyarakat.”

Langkah ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh regulator karena mereka berusaha mengelola potensi risiko dari maniak kripto kognitif global sambil tidak memiliki kewenangan untuk melarang penggunaannya.

Bank sentral Korea Selatan melarang karyawan dari perdagangan kripto di pekerjaan minggu lalu, sementara China telah menggariskan proposal untuk mencegah penambangan bitcoin, proses dimana mata uang virtual memasuki sirkulasi.

Pernyataan Bank Indonesia mengikuti larangan sebelumnya perusahaan teknologi keuangan yang menggunakan kripto mengenai transaksi pada bulan Januari, yang tidak melarang perdagangan token digital itu sendiri.

Sementara otoritas mengulangi larangan yang ada pada penyedia sistem pembayaran di bawah pengawasannya dari transaksi pemrosesan dengan menggunakan mata uang digital, PT Bitcoin Indonesia, pertukaran mata uang virtual yang memiliki lebih dari 940.000 anggota, tidak berada di bawah pengawasannya.

Jumlah peminat dan pengguna Bitcoin danĀ  koin digital lainnya memang terus berkembang dan seakan tak terbendung. Ada pun beberapa pihak menganggap bahwa koin digital merupakan mata uang masa depan karena saat ini hampir semua hal berhubungan dengan digital.

Bitcoin memang membuat banyak pro kontra dan sejak kemunculannya, Bitcoin menjadi perhatian dari negara, pengamat dan banyak pihak dari seluruh dunia. Ada pun Bitcoin merupakan koin yang pertama kali buming di dunia, dan diikuti oleh bermunculannya koin-koin baru dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan bitcoin yang telah menyentuh angka ratusan juta.

OJK Keluarkan Regulasi Mata Uang

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menerbitkan peraturan mengenai melindungi nilai mata uang untuk membantu investor melindungi investasi mereka di pasar saham terhadap kemungkinan penurunan nilai tukar rupiah.

“Peraturan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko mata uang bagi investor asing dengan harga yang lebih kompetitif,” kata Ketua OJK Wimboh Santoso pada hari Selasa.

Dia berharap regulasi hedging mata uang, yang saat ini dalam persiapan, bisa diimplementasikan dalam beberapa bulan ke depan.

Wimboh mengatakan dengan fasilitas hedging mata uang, investasi di pasar saham Indonesia akan lebih menarik bagi investor asing karena investasinya akan terlindungi dari kemungkinan penurunan nilai mata uang terhadap mata uang asing.

Bursa Efek Indonesia merupakan salah satu pemain terbaik di Asia pekan lalu. Stock Composite Index mencapai rekor tertinggi di 6.355 pada penutupan perdagangan tahun lalu. Indeks naik 20 persen dari 5.296 pada penutupan perdagangan di 2016.

Rupiah juga relatif stabil pada 2017. Tahun ini berakhir pada harga Rp 13.520 terhadap dolar AS, sedikit mengalami penurunan dari Rp 13.400 di awal Januari.

Wimboh mengatakan dengan iklim investasi yang lebih kondusif, pasar saham akan memainkan peran lebih penting dalam menyediakan dana untuk kegiatan bisnis. Dana yang diperoleh dari pasar modal Indonesia mencapai Rp 257,02 triliun pada 2017, melampaui target OJK sebesar Rp 217,02 triliun.