Menteri Susi Akan Museumkan Kapal Asing Yang Ditangkap

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memiliki rencana untuk kapal asing yang melanggar kedaulatan Indonesia. Rencananya kapal berbendera asing yang ditangkap oleh pihak berwenang Indonesia karena pelanggaran penangkapan ikan di perairan negara tersebut akan dijadikan sebagai museum.

Menteri Susi mengungakapkan rencananya dengan 10 kapal asing yang ditangkap karena melanggar daerah kedaulatan Indonesia segera dimuseumkan.

Salah satu kapal asing yang akan ditampilkan adalah Silver Sea 2, kapal raksasa berbendera Thailand dengan bobot 2.285 tonase kotor (GT).

“Ini akan menjadi bukti nyata [praktik perikanan ilegal yang merajalela di Indonesia] jika ada pihak yang menuduh Menteri Susi telah berbohong tentang keberadaan kapal asing yang mengeksploitasi ikan di perairan Indonesia]. Ini semoga bisa membuka mata rakyat Indonesia, “kata menteri seperti dikutip kompas.com, Jumat.

Kementerian tersebut memiliki kapal penangkap ikan yang tenggelam dalam patroli lautnya. Susi telah memutuskan untuk mengubah kapal raksasa tersebut menjadi museum yang akan dibuka untuk umum.

Ini bertujuan untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya usaha bersama untuk memerangi penangkapan ikan secara ilegal.

“10 kapal ini mewakili beberapa negara yang berbeda. Mereka akan ditampilkan untuk memberi bukti kepada orang-orang kita tentang praktik penangkapan ikan ilegal secara terus menerus di negara kita. Jika kita tenggelamkan semuanya, tidak akan ada bukti. Orang akan mengatakan bahwa ‘pendeta dan satgas 115 berbohong’, “kata Susi, merujuk pada unit kementerian yang ditugaskan untuk memerangi penangkapan ikan secara ilegal.

Sejak menjadi Menteri, Susi Pudjiastuti memang kerap memperlihatkan hasil kerjanya yang mengkandangkan kapal-kapal asing liar yang masuk ke perairan Indonesia secara ilegal. Ini tentunya memang sangat merugikan, karena sumber daya alam bawah laut Indonesia yang kaya raya dicuri oleh kapal-kapal asing yang sering masuk tanpa izin resmi kepada pihak berwenang Republik Indonesia.

3 Orang Ditangkap di Bogor Terkait Peredaran Uang Palsu

Polisi di Bogor, Jawa Barat, telah menangkap tiga orang karena diduga mendistribusikan uang palsu.

Orang-orang kebanyakan menggunakan uang palsu saat berbelanja di malam hari, kata juru bicara Polisi Depok Adj. Kawan Sutrisno.

Ketiga pria tersebut, yang diidentifikasi sebagai Bayu Saputra, 22, Achmad Agus Ardian, 36, dan Hari Hariyanto alias Ombeng, 30, ditangkap setelah Bayu berbelanja di sebuah toko kelontong di Jl. Argo Raya di Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Senin malam.

“Pemilik toko, Dedi Rachmat, mencurigai tagihan sebesar Rp 50.000 yang diajukan Bayu,” kata Sutrisno, Selasa.

Dedi melaporkannya ke polisi, yang kemudian menangkap Bayu beberapa jam kemudian. Ini menjadi kasus yang cukup jadi perhatian karena peredaran uang palsu ini meresahkan masyarakat.

Setelah mempertanyakan tersangka, polisi menangkap Achmad dan Hari saat mereka berbelanja di sebuah toko kelontong di Jl. Raya Bambu Kuning, juga di Bojong Gede.

“Tersangka melakukan tindakan di malam hari sehingga uang palsu tidak dikenali,” kata Sutrisno seperti dikutip kompas.com.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa setelah sebuah serangan polisi di rumah mereka, para pejabat menyita 13 Rp 50.000 uang kertas, lima uang kertas $ 10.000 dan sepuluh bundel Euro sebesar € 1 juta.

Para tersangka mengatakan bahwa mereka membeli uang palsu dari seorang pria yang diidentifikasi hanya sebagai A, yang dicari polisi, tambahnya.

Peredaran uang palsu saat ini memang belum diketahui ada berapa banyak. Meskipun demikian, setiap orang yang meneria uang memang diharapkan mengecek kembali uang tersebut guna memastikan keaslian dari uang yang diterimanya. Bukan hanya kerugian, anda mungkin bisa saja terjebak dan harus berurusan dengan pihak kepolisian apabila menerima uang palsu dalam jumlah besar.

Kasus Chat Mesum Habib Rizieq Bisa Saja Dihentikan

Kasus dugaan chat mesum yang melibatkan Habib Rizieq dan Firza Husein hingga kini belum selesai. Dari pihak kepolisian sendiri telah menetapkan Firza Husein dan Habib Rizieq sebagai tersangka, meskipun banyak dugaan bahwa kasus ini merupakan kriminalisasi terhadap pimpinan Front Pembela Islam(FPI) tersebut.

Adapun Habib Rizieq, sejak kepergiannya ke Arab Saudi dalam rangka melakukan ibadah haji, hingga kini belum kembali ke tanah air setelah sempat singgah di Malaysia. Ada pula spekulasi yang mengatakan bahwa Habib Rizieq beum mau pulang karena beranggapan kasus ini terlalu dipaksakan.

Pihak Habib Rizieq sendiri mendesak pihak kepolisian untuk menghentikan kasus chat mesum yang melibatkan Habib Rizieq ini. Beberapa pernyataan dari pihak Habib Rizieq meminta baik dari kepolisian bahkan Presiden Jokowi untuk menghentikan kasus yang disangkakan kepada Habib Rizieq ini.

Pihak kepolisian baru-baru ini mengatakan bahwa utusan kepolisian Indonesia telah mendatangi Habib Rizieq di Arab Saudi guna meminta keterangan terkait kasus ini. Meskipun demikian, belum kembalinya Habib Riqiez ke Indonesia menjadi penghalan untuk menuntaskan kepastian kasus ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan bahwa mungkin saja kasus yang menjerat Habib Rizieq ini dapat dihentikan apabila meliahat fakta dilapangan memang Habib Rizieq tidak bersalah. Adapun dari pihak Habib Rizieq terus mendesak pemerintah dan kepolisian untuk segera menghentikan kasus yang menimpa Habib Rizieq ini.

Kemungkinan ini memang masih belum pasti menurut Argo, semunya masih bisa terjadi dan bisa saja SP3 atau pemberhentian kasus Habib Rizieq untuk kasus chat mesum ini dihentikan oleh pihak kepolisian.

Dari Kapolri sendiri mengintruksikan bawahannya untuk meminta keterangan Habib Rizieq ke Arab Saudi guna menuntaskan kasus yang cukup lama bergulir ini. Tentunya publik menunggu hasil akhir dari kasus yang menjadi polemik di masyarakat ini.

Artis Kembali di Ciduk Polisi Karena Narkoba

Bebera waktu belakangan ini, artis banyak yang terjaring dan tertangkap karena kasus narkoba. Tentu hal ini membuat publik semakin memandang public figure yang seharusnya menjadi panutan menjadi kebalikannya. Memang tak bisa dipukul rata karena setiap pelaku merupakan tanggung jawab atas dirinya sendiri.

Setelah heboh ditangkapnya Tora Sudiro karena kasus narkoba, kali ini giliran penyanyi Ello tertangkap oleh polisi karena kasus narkoba, khususnya ganja.

Ello bersama kedua rekannya ditangkap oleh polisi pada Kamis (10/8/2017) lalu oleh kepolisian Jakarta Selatan. Barang bukti ganja yang beratnya hampir 5 gram diamankan oleh pihak kepolisian.

Dengan hal ini, maka Ello terjerat Pasal 111 UU No. 35 Tahun 2009 dan Pasal 127 tentang penyalahgunaan narkoba.

Tertangkapnya Ello menjadikan daftar panjang public figure atau artis yang kembali berurusan dengan pihak kepolisian karena kasus narkoba. Sebelum Ello, ada Tora Sudiro yang harus berurusan dengan kepolisian karena menggunakan Dumolid yang terjerat pasal Psikotropika.

Memasuki bulan ini bearti, sudah lebih dari 10 artis yang tertangkap polisi karena kasus narkotika. Sebelumnya, Preti Asmara yang juga merupakan artis sekaligus duta anti narkoba, juga terciduk oleh kepolisian karena barang haram tersebut.

Jauh sebelum itu, terdapat beberapa public figure lainnya yang juga harus berurusan dengan pihak kepolisian karena hal serupa.

Bukan tidak mungkin hingga menutup tahun nanti, akan ada lagi artis yang akan tericiduk oleh kepolisian karena permasalahan narkoba ini. Narkoba sendiri memang menjadi perhatian khusus pemerintah yang ditindak lanjuti oleh kepolisian untuk terus diberantas hingga ke akarnya.

Kapolda Metro Jaya sendiri mengintruksikan kepada jajarannya untuk menindak tegas bandar narkoba, bila perlu tembak ditempat kepada bandar yang mencoba melawan dan melarikan diri. Tentu tindakan ini menjadi hal yang akan membuat pengguna dan pengedar berpikir ulang karena pemberantasan narkoba memang terus ditingkatkan.

Tora Sudiro Dan Istri Tertangkap Polisi Gunakan Narkoba

Setelah belum lama ini sejumlah artis tertangkap Polisi karena kasus Narkoba, kini artis lain tertimpa kasus yang sama. Kali ini Narkoba membuat Tora Sudiro bersama sang istri, Mieke Amalia berurusan dengan polisi lantaran terciduk polisi dikediamannya bersama istri.

Direktor Narkoba Polda Metro Jaya Kombes, Nico Afinta, mengkonfirmasi kebenaran kabar tersebut. Polrestas Jakarta Selatan yang berhasil menggeruduk kediaman Tora dan kedapatan menyimpan narkotika yang belum diketahui jenis apa.

Tentu saja kasus ini membuat perhatian publik semakin terarah pada kalangan selebritas yang tiap tahun selalu memakan korban pemakai narkoba. Memang bukan hal baru public figure terjerat masalah narkoba, sebelumnya ini Preti Asmara bersama teman-teman juga terjerat kasus yang sama.

Pretti sendiri merupakan Duta Anti Narkoba dan nyatanya tertangkap tangan memiliki dan terindikasi menjadi pengedar narkoba. Status Preety sendiri yang merupakan Duta Anti Narkoba dimanfaatkan untuk mempelajari gerak gerik Badan Narkotika Nasional(BNN) dan dimanfaatkan untuk dapat mencari celah dalam peredaran narkoba.

Tora Sudiro dan istri sendiri masih dalam penyelidikan dan masih akan di tes urin untuk mengetahui hasil lebih lanjut.

Bisa jadi kasus yang menjerat Tora Sudiro ini akan membuat film Warkop DKI Reborn 2 menjadi tersendat. Memang Tora sendiri merupakan pemain dalam film garapan Indro dkk dan berperan sebagai Indro pada film tersebut. Dengan adanya kasus ini, hampir dipastikan bahwa Tora tidak akan ikut dalam promosi film yang akan baru tayang pada akhir bulan nanti.

Tentu dengan kasus yang meyandung Tora ini akan membuat banyak pengemar yang kecewa. Tora sendiri memang dikenal sudah banyak membintangi film dan jika ia terbukti dan harus dipenjara, maka tentu ini akan merugikan karirnya yang terbilang sukses.