Harian Umum Pasundan Ekspres Online

Dana Pelabuhan Cilamaya Cair Awal 2013

Pembebasan Lahan Selesai 2014
KARAWANG-Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) menyatakan pelabuhan internasional di Cilamaya Kabupaten Karawang ditargetkan beroperasi pada tahun 2019-2020. Untuk menyiapkan hal itu Jica sudah menyiapkan rencana aksi pembebasan lahan dan pemukiman kembali (Larap). Hal itu terungkap saat Jica dan Kementrian Perhubungan RI memberikan parapan perisapan pembangunan pelabuhan internasional  di Cilamaya.
Team Leader Jica, Otsuki menyatakan, hasil survei yang dilakukan  tim Larap tidak ada lahan pemukiman dan pertanian yang terkena dampak pembangunan pelabuhan. Hanya 205 hektare tambak ikan akan dijadikan pelabuhan, sementara sebagai akses jalan membutuhkan 115 hektare lahan.
“Kami juga telah menyiapkan bantuan sosial, pelatihan kerja dan lapangan pekerjaan bagi penduduk marjinal dan penduduk yang kehilangan pekerjaan akibat pembangunan pelabuhan,” ujarnya di hadapan peserta paparan pembangunan pelabuhan di Cilamaya.
Dikatakan, untuk tahun 2013 proses persetujuan pinjaman itu dilakukan pada Januari sampai Maret. Untuk pertengahan 2013 sampai 2014 akan dilakukan pembuatan desain detail serta penyeleseian pembebasan lahan. Tahun 2015 sampai tahun 2019 pembangunan pelabuhan dilakukan. “Kami berharap pengoperasian dilakukan mulai tahun 2020,” katanya.
Dijelaskan, akibat adanya pelabuhan di Cilamaya sebagian daerah tangkapan ikan akan hilang, untuk kehilangan pendapatan akan dianalisa melalui serangkaian survei di beberapa daerah tangkapan ikan. “JICA Study Team akan mengusulkan beberapa tindakan mitigasi dalam laporannya. Ditjen Perhubungan Laut dan instansi terkait lainnya akan menyusun  program yang tepat sebelum pelaksanaan konstruksi,” jelasnya.
Perwakilan Kemenhub RI, Bambang menyatakan, untuk menghubungkan jalan pelabuhan di Cilamaya dengan jalan tol yang sudah tersedia akan dibangun jalan tol layang.
Dengan pembangunan jalan tol pelabuhan melayang itu tidak akan mengganggu lahan pertanian dan aktivitas masyarakat yang dilewati jalur khusus tersebut. Jalan tol layang itu melewati beberapa kecamatan antara lain Kecamatan Tempuran, Lemahabang, Telagasari, Purwasari dan berakhir di jalan tol Jakarta-Cikampek.
“Rancananya hanya mobil yang bisa melewati jalan itu dan tidak ada jalan keluar, dan jalan local  dan motor tidak disediakan,” terang Bambang.
Bupati Karawang, Ade Swara dalam kesempatan tersebut mengatakan, keberadaan pelabuhan internasional di Kabupaten Karawang diharapkan akan membuka berbagai peluang yang harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan  masyarakat.
“Berbagai peluang usaha pun akan turut bermunculan sebagai  multiplier effect atau efek domino dari keberadaan pelabuhan  internasional tersebut. Jasa kontrakan, transportasi, maupun kuliner dan jasa perdagangan merupakan contoh-contoh kecil dari  peluang-peluang usaha yang muncul seiring dengan keberadaan pelabuhan internasional di Kabupaten Karawang,” katanya.(use)

 
Catatan Dahlan Iskan

Kolom Khusus Catatan Dahlan Iskan

Dengan Grobogan Tidak Perlu Impor

Kita belum tahu siapa yang akan menjadi juara Wirausaha Muda Mandiri tahun ini. Minggu depan, dalam acara yang biasanya dihadiri 5.000 wirausaha muda,...


Catatan Lainnya...

iklan kanan