Harian Umum Pasundan Ekspres Online

Kadis Cipta Karya Diduga Terlibat

Terkait Dugaan Penipuan Proyek yang Dilakukan Orang Dekat Bupati
KARAWANG
– Orang dekat Bupati Karawang, Ade Swara berinisial DW diduga bersekongkol dengan Kepala Dinas Cipta Karya, Yusuf Abdul Ghani untuk menjanjikan proyek pembangunan kantor Kecamatan Lemah Abang kepada salah seorang pengusaha konstruksi berinisal R.
Sementara Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lodaya mendesak Bupati Karawang, Ade Swara agar mendorong kasus dugaan penipuan pemborong tersebut ke proses hukum yang tengah ditangani oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Telukjambe.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Pasundan Ekspres, keterlibatan Kepala Dinas Cipta Karya, Yusuf Abdul Ghani tersebut mencuat saat DW dikabarkan mengembalikan uang sebesar Rp100 juta kepada pengusaha R melalui orang kepercayaannya berinisial E dan disaksikan oleh kepala Dinas Cipta Karya.
Salah seorang orang dekat DW mengatakan, uang senilai Rp100 juta tersebut memang sudah dikembalikan kepada pengusaha asal Palembang berinisial R, yang sebelumnya merasa ditipu oleh DW. Dan pengembaliannya dilakukan pada tanggal 25 Juli 2012, jauh hari sebelum R melaporkan dugaan penipuan ke Polsek Telukjambe. “Uangnya sudah dikembalikan jauh hari. Bahkan sebelum kasus ini dilaporkan,” ujar salah seorang orang dekat DW, sembari mengaku tidak mau disebutkan namanya, kepada Pasundan Ekspres, Selasa (18/12).
Kembali berdasarkan informasi di lapangan, pengembalian uangnya sudah dilakukan langsung di salah satu gedung Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Karawang. Dan saat itu juga disaksikan langsung oleh Kadis Cipta Karya Yusuf Abdul Ghani, orang kepercayaan R berinisial E beserta suaminya, serta orang dekat bupati lainnya berinisial N.
Sedangkan yang menjadi pertanyaan publik adalah mengenai kapasitas kehadiran Kadis Cipta Karya Yusuf Abdul Ghani saat itu sebagai apa. Karena sejak awal, R memang sudah dimintai uang sebesar Rp400 juta oleh DW untuk melicinkan proses pemenangan proyeknya.
Kendati akhirnya, R hanya bisa memberikan uang sebesar Rp100 juta kepada DW. Permasalahan dugaan penipuan proyek kantor Kecamatan Lemah Abang ini memang dinilai janggal oleh orang-orang terdekat DW. Karena baru dilaporkan setelah DW mengembalikan uang itu kepada R. Saat ini menjadi rahasia umum bahwa untuk mendapatkan ataupun memenangkan tender proyek, maka harus tetap dilicinkan dengan sejumlah uang.
Saat Pasundan Ekspres mencoba melakukan konfirmasi kepada Kadis Cipta Karya Yusuf Abdul Ghani melalui telepon selulernya, yang bersangkutan sendiri mengaku baru bisa memberikan keterangan esok harinya, (hari ini, Rabu, 19/12,red). Karena Yusuf sendiri mengaku masih sibuk dengan agenda kedinasannya. “Iya kang paling besok (Rabu, 19/12,red) saja ya. Ini sudah sore, saya ada janji dulu ke pemda,” singkatnya.
Sebelumnya, DW sendiri memang telah memenuhi panggilan penyidik Polsek Telukjambe, pada Senin (10/12). DW diketahui telah diperiksa selama 6 jam. Dan sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap DW, pengusaha asal Palembang berinisial R ini memang telah melaporkan DW kepada polisi, terkait dugaan kasus penipuan proyek yang menimpangnya.
Ditempat terpisah, Ketua LSM Lodaya, Nace Permana mengatakan, penyidik POlsek Telukjambe harus memiliki keberanian untuk mengusut kasus penipuan ini. "Ini merupakan langkah yang terbaik pembuktiaan kalau hukum tidak memandang siapapun dan tebang pilih. Meskipun terlapor disebut-sebut sebagai orang dekat bupati atau dekat dilingkungan rumah dinas bupati. Dan Polsek Telukjambe juga harus mempunyai keberanian untuk mengusut tuntas tanpa memandang siapapun," kata Nace.
Bahkan, kata Nace, dalam perkara ini Bupati Karawang, Ade Swara harus mendorong proses hukum yang tengah dilakukan oleh pihak kepolisian. Sehingga membuktikan sebagai pucuk pimpinan tertinggi di Kabupaten Karawang dirinya tidak ikut terlibat dalam pengerjaan proyek. "Lebih baik dalam perkara ini Bupati yang mendorong perkara tersebut. Agar untuk membutikan bahwa selama ini Bupati bersih dan tidak pernah bermain proyek karena dengan adanya kabar orang dekat dan peristiwa ini juga mencoreng bupati. Ini saatnya pembuktian," imbuhnya.
Dalam hal ini pihaknya juga menyayangkan jika adanya sejumlah oknum yang mengaku sebagai orang dekat bupati agar terbebas dari masalah. Oleh sebab itu, menurutnya saat yang tepat bagi Bupati untuk membersihkan pihak-pihak yang dinilai menjadi penganggu dalam menjalankan roda pemerintahan. "Karena merasa dekat dengan bupati apa bisa lepas dari semua masalah?, saat ini waktu yang tepat bupati harus bisa membersihkan orang-orang yang di sekelilingnya yang dinilai menjadi benalu," paparnya.
Sementara itu, Kapolsek Telukjambe, Kompol Iwan Ridwan Saleh menegaskan akan terus mengusut perkara tersebut. "Kita masih periksa secara intens dan pasti akan terus meminta keterangan dari para saksi untuk makin memperkuat bukti-bukti atas kasus ini," tegasnya.
R seorang pengusaha asal Palembang melaporkan DW ke polisi terkait kasus dugaan penipuan proyek pembangunan kantor Kecamatan Lemah Abang. DW selaku makelar proyek kemudian meminta uang sebesar Rp400 juta kepada R dengan alasan untuk dapat memenangkan proyek tersebut. Namun  R sendiri baru menyanggupi uang sebesar Rp100 juta.
Hingga belakangan diketahui, proyek pembangunan Kantor Kecamatan sekitar Rp3,5 miliar yang dijanjikan DW justru diketahui telah diserahkan kepada pengusaha lain. Karena merasa tertipu, akhirnya R melaporkan kasus yang dialaminya kepada pihak Polsek Telukjambe dengan dugaan kasus penipuan.(adk/nof)

 
Catatan Dahlan Iskan

Kolom Khusus Catatan Dahlan Iskan

Dengan Grobogan Tidak Perlu Impor

Kita belum tahu siapa yang akan menjadi juara Wirausaha Muda Mandiri tahun ini. Minggu depan, dalam acara yang biasanya dihadiri 5.000 wirausaha muda,...


Catatan Lainnya...

iklan kanan