Harian Umum Pasundan Ekspres Online

LSM Gibas dan GMBI Bentrok di Rengasdengklok

RENGASDENGKLOK-Bentrokan antar lembaga swadaya masyarakat (LSM) kembali terjadi di Rengasdengklok. Kali ini melibatkan LSM Gibas dan GMBI. Bentrokan ini terjadi diduga berebut halaman parkir Kantor Samsat Kecamatan Rengasdengklok, Kamis (11/4) sekitar pukul 11.00 WIB.
Menurut salah warga setempat, Rian yang berada pada saat bentrokan itu berlangsung mengatakan, kejadian itu berlangsung sangat cepat. Saat itu dia sedang berada di bahu jalan, dan tiba-tiba banyak orang berlarian ke jalan dengan senjata samurai, parang dan golok.
Sontak saja sejumlah warga dan pengguna jalan pun langsung menyingkir dan berhenti. "Pokoknya saling kejar, dan baku hantam. Anggota LSM GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) tidak menggunakan senjata tajam, dan jumlahnya sekitar 10 hingga 12 orang. Sedangkan anggota LSM Gibas sekmitar 50 orang lebih. Namun kejadian tersebut berlangsung singkat, karena LSM GMBI mundur," kata Rian kepada Pasundan Ekspres.
Sepengetahuan Rian, peristiwa bentrokan itu terjadi akibat salah seorang anggota LSM GMBI yang terkena bacokan parang oleh sekelompok orang yang diduga anggota LSM Gibas. Dengan kejadian itu, warga sekitar cukup trauma. Pasalnya, belum lama ini kejadian yang sama terjadi melibatkan LSM Gibas dan LSM Kompak yang berdampak aktivitas warga Rengasdengklok lumpuh total.
"Warga hanya berharap mudah-mudahan “perang saudara” ini jangan berkelanjutan. Karena warga sudah cukup cemas dan khawatir dengan seringnya bentrokan antar LSM,” ujarnya.
Akibat bentrokan itu, empat orang anggota LSM GMBI terluka. Salah seorang diantaranya terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Proklamasi Rengasdengklok untuk mendapatkan perawatan medis, akibat terkena sabetan parang.
Rudi, yang akrab disapa Rodek, Ketua LSM GMBI Rengasdengklok mengatakan, kejadian tersebut berawal dari tidak adanya ketertiban mengenai pembagian lahan parkir di Kantor Samsat Rengasdengklok. Padahal sebelumnya sudah ditetapkan dan disepakati bersama antara LSM Gibas dan GMBI. Namun ada orang ketiga yang mengaku orang pribumi yang mengacaukan situasi yang nyaman dan tenteram.
"Kesepakatan itu sudah ada dan diatur secara bergiliran. LSM GMBI diberikan waktu 2 hari untuk menjaga tempat parkir itu, sedangkan LSM Gibas mendapat jatah tiga hari. Tetapi  tadi, ada orang pribumi yang juga anggota LSM Gibas meminta bagian lahan parkir itu. Sehingga saya bersama tujuh teman saya mendatang lokasi parkir untuk mediasi. Dan dia langsung menyerang kami, akibatnya bentrokan tidak bisa dihindari,” kata Rodek.
Menurut Rodek, mereka menyerang dengan menggunakan senjata tajam, seperti sudah disiapkan sebelumnya. Sedangkan anggota LSM GMBI tidak membawa apa-apa, karena datang ke lokasi parkir hanya untuk mediasi saja. Akibatnya. Carum Ketua LSM GMBI Kutawaluya, harus dilarikan ke rumah sakit karena tangan kirinya terkena sabetan senjata tajam.
"Dengan jumlah personil yang tidak seimbang, kami memilih mundur. Sebab, anggota LSM Gibas berjumlah sekitar 60 orang dan masing-masing membawa senjata tajam dan balok, sedangkan dari kami hanya ada 12 orang,” tegasnya.
Ketua LSM GMBI Distrik Karawang, Muhamad Dewa Sayegi mengatakan, bentrokan ini bukan semata-mata perang antara LSM Gibas dan GMBI. Tetapi kejadian ini dipicu oleh adanya orang pribumi. "Saya hanya meminta kepada anggota saya, jangan sampai terprovokasi. Dan saya juga akan mendorong masalah ini ke ranah hukum," kata Dewa.
Kapolsek Rengasdengklok, Kompol Ahmad Sayuti mengatakan, setelah mediasi dilakukan kedua belah pihak yang bentrok sepakat berdamai. "Pembacokan itu dilakukan oleh salah seorang warga setempat bernama Dedi Debleng. Dan pelaku sudah diamankan polisi. Saat ini, penyidik Polres Karawang sedang memproses tokoh kedua LSM itu,” ujar Ahmad.(diz/lsm)

 
Catatan Dahlan Iskan

Kolom Khusus Catatan Dahlan Iskan

Dengan Grobogan Tidak Perlu Impor

Kita belum tahu siapa yang akan menjadi juara Wirausaha Muda Mandiri tahun ini. Minggu depan, dalam acara yang biasanya dihadiri 5.000 wirausaha muda,...


Catatan Lainnya...