Harian Umum Pasundan Ekspres Online

Gudang Cimol Gedebage Ludes

100 Kios Terbakar, Kerugian Capai Miliaran
BANDUNG-Si Jago Merah kembali beraksi. Kali ini api menghanguskan lebih dari 100 kios baju yang menjadi gudang penyimpanan baju di Pasar Gede Bage, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. Kerugian dari peristiwa ini ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Salah seorang saksi mata, Ade 'Bungsu', mengatakan api muncul sekitar pukul 06.15. Ketika itu, dirinya tengah berjualan pisang.
"Saya liat api muncul dari arah Barat, cepet menyebarnya karena angin sangat besar," ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi kebakaran, Jumat (6/9).
Dirinya lantas bersama pedagang lainnya berusaha memadamkan api. Selain itu, dirinya juga menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung.
"Saya juga bantuin ngangkut barang-barang pedagang baju. Lebih dari 100 kios, yang berada di 6 Blok," katanya.
Menurutnya, tempat tersebut awalnya diperuntukkan bagi para pedagang buah-buahan. Namun, karena sepi, pengelola pasar lantas menyewakan kepada para pedagang baju 'Cimol'.
"Sejak 2008 jadi gudang baju. Tapi, sempet didemo oleh para pedagang. Namun, karena sepi maka PT Ginanjar Saputra menyewakan kepada para pedagang Cimol," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung, John Siregar menyatakan untuk memadamkan api pihaknya mengerahkan 16 unit mobil Damkar. Namun, pihaknya sedikit kesulitan dalam proses pemadaman karena kios-kios tersebut berisikan tumpukan baju yang mudah terbakar.
"Kami mengerahkan 16 unit mobil damkar, yakni 12 dari Kota Bandung, dua unit dari Pertamina dan dua unit dari Bintang Agung," paparnya.
Di tempat yang sama, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Widodo menduga api muncul karena konsleting listrik. Dugaan tersebut didapatnya dari keterangan para saksi.
"Dugaan sementara karena konsleting listrik. Tapi, penyebab pastinya nanti setelah hasil dari Labolatorium Forensik," tegasnya.
Terpisah, salah seorang pemilik kios, Syaidi (42) menyatakan dirinya merugi hingga Rp2,5 miliar. Pasalnya, api melahap 1.300 kodi baju miliknya di tiga kios yang dijadikan gudang penyimpanan baju.
"Saya punya tiga kios, ukurannya 6x4 meter, jumlahnya bajunya ada sekitar 1.300 kodi. Kalau dihitung kerugiannya bisa mencapai Rp2,5 miliar," jelasnya.
Syaidi merasa menyesal karena barang dagangannya itu tidak diasuransikan. Ia pun merasa pesimis pemerintah daerah akan memberikan bantuan ganti rugi.
"Saya kira tidak akan ada penggantian kerugian. Tapi, saya bersyukur karena saya masih punya enam kios yang ada di belakang. Saya menyewa perkiosnya Rp10 Juta," ungkapnya yang sudah berjualan selama empat tahun ini.(dhi/job1)

 
Catatan Dahlan Iskan

Kolom Khusus Catatan Dahlan Iskan

Dengan Grobogan Tidak Perlu Impor

Kita belum tahu siapa yang akan menjadi juara Wirausaha Muda Mandiri tahun ini. Minggu depan, dalam acara yang biasanya dihadiri 5.000 wirausaha muda,...


Catatan Lainnya...

iklan kanan