Harian Umum Pasundan Ekspres Online

Dua Karyawan PT SIWS Divonis Satu Bulan

PURWAKARTA-Dua orang terdakwa kasus stempel berlambang burung garuda Erwin Agustian dan Eko Santoso, karyawan PT Sumy Indo Wiring System (SIWS) akhirnya divonis satu bulan penjara dan tiga bulan masa percobaan oleh Pengadilan Negeri Purwakarta, Senin (3/10).
Kedua terdakwa yaitu Eko dan Erwin sebelumnya dilaporkan oleh rekan satu perusahaan, yaitu Irham bin Muhyi karena dinilai melanggar Undang-Undang Lambang Negara setelah menggunakan stempel berlambang burung garuda untuk keperluan organisasi.
Sehingga, kedua terdakwa tersebut harus menjalani sererentan proses di kepolisian, kejaksaan sampai di meja hijau. Kemudian kedua terdakwa dalam pokok perkara bernomor 113/Pd.B/2011.PN/Pwk diproses hingga sidang putusan.
Dalam persidangan tersebut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), kedua terdakwa  dituntut hukuman penjara tiga bulan dengan masa percobaan enam bulan.
Sementara itu kuasa hukum terdakwa Imam Budi Santoso berkaitan dengan putusan majelis hakim kepada kedua kliennya ketika ditanya koran ini belum memberikan jawaban secara pasti.
"Kami akan pikir-pikir apakah selanjutnya akan banding atau tidak. Kita lihat aja nanti," terang Imam kepada Pasundan Ekspres.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua karyawan PT SIWS tersebut merupakan aktifis Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT SIWS. Beberapa kali ratusan buruh yang tergabung dalam FSPMI memberikan dukungan moral kepada keduanya saat menjalani persidangan dengan melakukan aksi damai.
Keduanya atau FSPMI beralasan, penyertaan lambang burung garuda pada stempel KPU (Komisi Pemilihan Umum) PUK FSPMI PT SIWS bukan bertujuan melecehkan atau menyalah-gunakan ‘Burung Garuda’ sebagai lambang negara.
Erwin Agustian yang ditemui Pasundan Ekspres mengaku, dirinya selaku wakil ketua KPU SPMI PT SIWS pada saat ini membuat stempel berlogo burung garuda itu karena dasar semangat nasionalisme. Dalam pancasila terdapat 5 sila yang seluruhnya positif.
“Kami mengadopsi itu untuk memperjuangkan hak buruh dengan mendirikan PUK FSPMI. Sebelumnya, 4 orang saksi dalam persidangan mengaku tidak mengetahui ada sanksi hukum atas pencantuman lambang negara pada stempel, spanduk kandidat, dan kotak suara kecuali Irham sekretaris SPSI," ungkapnya.
Proses persidangan, kata Erwin, merupakan salah satu jalur hukum yang ditempuh sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di negara RI. Untuk itu, terang Erwin, dirinya akan selalu menghormati jalannya proses persidangan tersebut. "Sebagai warga negara yang baik, jelas-jelas saya akan menghormati hukum yang berlaku. Tetapi saya dan rekan-rekan dari FSPMI akan menuntut keadilan. Karena sebelumnya saya dan rekan-rekanpun tak mengira stempel garuda itu akan memiliki sanksi hukum,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negri (Kajari) Purwakarta Wahyo Purnomo SH menuturkan, dalam UU No 24 Tahun 2009 tentang bendera, bahasa dan lambang negara serta lagu kebangsaan ini disahkan pada 9 Juli 2009. UU 24/2009 ini secara umum memiliki 9 Bab dan 74 pasal yang pada pokoknya mengatur tentang praktik penetapan dan tata cara penggunaan bendera, bahasa dan lambang negara, serta lagu kebangsaan berikut ketentuan–ketentuan pidananya.
”UU 24 Tahun 2009 Pasal 57 b atau c atau d jo Pasal 69 bahwa setiap orang dilarang menggunakan lambang negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan ukuran. Dilarang membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan, organisasi dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai Lambang Negara dan dilarang menggunakan lambang negara untuk keperluan selain yang diatur dalam Undang-Undang ini dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000,00,” jelas Wahyu saat menjelaskan kepada ratusan buruh yang mendatangi Kejari dan melakukan aksi damai beberapa waktu lalu.
Fuad, koordinator aksi unjuk rasa FSPMI di halaman Kejaksaan Negeri Purwakarta dalam orasinya mengatakan, penggunaan lambang garuda dilakukan kedua rekannya hanya sebatas kebanggaan terhadap lambang dan falsapah negara RI. ”Mereka itu karyawan yang baik. Penggunaan lambang garuda hanya sebatas rasa nasionalisme serta kebanggaan terhadap lambang negara sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya.(ctr)


 
Catatan Dahlan Iskan

Kolom Khusus Catatan Dahlan Iskan

Dengan Grobogan Tidak Perlu Impor

Kita belum tahu siapa yang akan menjadi juara Wirausaha Muda Mandiri tahun ini. Minggu depan, dalam acara yang biasanya dihadiri 5.000 wirausaha muda,...


Catatan Lainnya...

iklan kanan