Harian Umum Pasundan Ekspres Online

Buruh Adukan PT Bata ke Disnaker

PURWAKARTA-Manajemen produsen sepatu nasional merek Bata, PT Bata dinilai buruk. Perusahaan tersebut dinilai sering melakukan kebijakan sepihak dengan merugikan buruh.
Akibatnya, kemarin (27/9) ratusan buruh perusahaan tersebut dibantu serikat buruh FSPMI menyerbu kantor Disnaker di Jalan Veteran, Kebon Kolot, Purwakarta. Mereka mengadukan nasibnya ke Disnaker.
Ratusan buruh kecewa karena PT Bata sering meliburkan aktivitas produksi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Seperti pagi tadi (kemarin, red), buruh kaget saat datang ke PT Bata, pihak manajemen menyatakan tidak ada aktivitas alias libur.
Para buruh hanya dihadapi petugas keamanan yang melarang mereka masuk. “Terakhir sore kami pulang kerja tidak mendapatkan informasi dari pihak managamen kalau hari ini (kemarin, red) kami diliburkan. Kerugian materi kami dengan menegluarkan ongkos dan pembuangan waktu cuma-cuma tidak dipikirkan oleh pihak manajamen," ujar seorang buruh PT Bata di lokasi. Sayang ia menolak namanya disebutkan dengan alasan takut dipecat.
Sekitar pukul 10.15 WIB, ratusan buruh tersebut memutuskan medatangi Disnaker. Upaya para buruh PT Bata dibantu Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) yang kebetulan ingin mengontrog Disnaker untuk mengawal rapat Badan Pengawas dengan perwakilan buruh.
Spontan terjadi rasa solidaritas tinggi sesama buruh. Akhirnya ratusan buruh PT Bata yang merasa dirugikan ikut berkonvoi mendatangi Disnaker.
“PT Bata sudah menyalahi aturan dengan manajemen yang berlaku saat ini di antaranya buruh tidak mendapatkan uang makan, seragam kerja pun harus beli sendiri. Seragam tersebut diperjualbelikan oleh perusahaan. Tidak berlakunya jam kerja lembur bahkan dengan tambahan jam kerja buruh tidak dibayar. Kemudian yang terparah adalah PT Bata memberlakukan kontrak kerja harian lepas atau tidak mau terlibat dalam kontrak kerja yang benar, apalagi pengangkatan karyawan tetap,” terang Fuad, perwakilan FSPMI kepada Pasundan Ekspres di lokasi Disnaker.
Tidak puas dengan aksi demo tersebut, para buruh rencananya akan menggelar aksi serupa dengan mengerahkan 20.000 buruh dari berbagai daerah. Di antaranya Jabodetabek, Bekasi, Karawang, Bogor dan wilayah lainnya. “Sebagai sesama buruh, FSPMI akan menuntut manajeman PT Bata untuk melakukan kajian ulang dengan kebijakan yang sesuai. Bahkan saat melakukan demo ke pendopo Pemkab Purwakarta 5 September lalu, Bupati Purwakarta menyatakan akan mengeluarkan Perbup agar perusahaan melakukan pembayaran upah secara layak dengan acuan KHL yang benar dan menghapus Outsoursing. Namun manajamen PT bata dinilai membandel. Bukan saja tidak mengindahkan peraturan bupati, juga tidak menghargainya kaum buruh di perusahaan  Bata, mereka telah lama tertindas,” ungkap Fuad.
Demo besar-besaran hari ini diperkirakan akan menimbulkan kemacetan dikarenakan PT Bata berada di jalan propinsi yang padat.
Sementara Kapolres Purwakarta AKBP Bahtiar Ujang Purnama yang berada di lokasi demo di Disnaker mengimbau aksi demo buruh dapat bekerjasama dengan pihak kepolisian.
“Dimana pun, kapan pun dengan tuntutan apa pun hendaknya bisa bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk bisa menjaga kondusifitas.  Agar tidak terjadi situasi yang tidak diinginkan. Terlebih juga bisa memberikan kenyamanan kepada pengguna jalan lainnya,” tandasnya.(mas)

 
Catatan Dahlan Iskan

Kolom Khusus Catatan Dahlan Iskan

Dengan Grobogan Tidak Perlu Impor

Kita belum tahu siapa yang akan menjadi juara Wirausaha Muda Mandiri tahun ini. Minggu depan, dalam acara yang biasanya dihadiri 5.000 wirausaha muda,...


Catatan Lainnya...