Harian Umum Pasundan Ekspres Online

Bulan Ini Dana Jampersal Cair

Jika Macet, Dinkes Akan Dipanggil
SUBANG
-Plt Sekda Subang Abdurrahman memastikan dana Jampersal akan segera turun pada bulan April. Ia membenarkan bahwa dana Jampersal termasuk dalam anggaran Jamksesmas.
Tahun ini Kabupaten Subang mendapat alokasi Rp 15 miliar. “Kalau yang di rumah sakit bisa tertanggulangi karena biaya pasien tersebut masuk ke rekening rumah sakit. Jadi begitu si pasien melahirkan di rumah sakit, nantinya ditanggulangi oleh rumah sakit tersebut lalu diklaim untuk kemudian ditalangi,” ujarnya, Jumat (12/4).
Ditambahkan Abdurrahman, di rumah sakit saat ini tidak ada masalah, sementara di bidan dan Puskesmas belum cairnya dana Jamersal menjadi masalah serisu karena dananya diambil langsung dari Dinkes.
Otomatis karena masuknya ke APBD, jadi keluarnya harus kinerja. Ada proses dan prosedural yang harus dipenuhi, seperti identitas pasien dan persyaratan lainnya. “Untuk tahun sekarang memang dari pusatnya belum turun. Di bulan April ini pihak pusat berjanji dananya akan turun. Kalau bulan April tidak turun juga maka saya akan memanggil pihak Dinkes untuk menanyakan sejauh mana perkembangan dana yang belum turun tersebut,” terangnya,
Dijelaskan Abdurahman, biaya Jampersal bisa ngambil dari Jamkesmas. Ia mengaku sudah memanggil kepala dinas waktu menegur Kepala Puskemas Rawalele yang meminta klarifikasi ke kantor Pasundan Ekspres.
“Kalaupun Kepala Dinkes memarahi staf ataupun bawahannya itu adalah sebuah teguran semata. Sekali lagi saya katakana betul adanya dana Jampersal itu bisa diambil dari Jamkesmas karena Jampersal dan Jamkesmas itu merupakan satu nomenklatur (satu judul) jadi tidak masalah,” tegasnya.
Sementara Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Dr Syamsu mengatakan, dana Jampersal yang belum turun tersenbut nantinyaakan masuk dalam rekening Dinkes melalui rek BRI. “Kalau bidan praktek swasta nantinya akan mengajukan klaim ke kita, seperti laporan layanan Jampersalnya ke kita. Setelah memalui proses verifikasi, kemudian dana tersebut nantinya langsung dicairkan melalui Puskemas selaku bidang koordinatornya. Permasalahanya adalah sampai saat ini belum turun dana Jampersal tersebut. Jika sudah turun juga nantinya akan langsung dibayarkan ke bidan-bidan melalui Puskemas koordinator,” terangnya.
Ditambahkan Syamsu, dana Jampersal dan Jamksemas adalah satu kesatuan. Sebab Jamksemas diperluas sasaraannya dan dalam dananya juga satu rekening. “Secara juklis, apabila dana Jamkesmas habis bisa menggunakan dana Jampersal. Begitupun sebaliknya, jika dana Jampersal habis bisa menggunakan dana Jamkesmas. Kalau ada kalimat seperti di Pasundan Ekspres yang mengatakan dana Jampersal dari Jamkesmas saya rasa tidak masalah, karena dana tersebut merupakan satu kesatuan,” paparnya.(ygo)

 
Catatan Dahlan Iskan

Kolom Khusus Catatan Dahlan Iskan

Dengan Grobogan Tidak Perlu Impor

Kita belum tahu siapa yang akan menjadi juara Wirausaha Muda Mandiri tahun ini. Minggu depan, dalam acara yang biasanya dihadiri 5.000 wirausaha muda,...


Catatan Lainnya...