Presiden Nauru Baron Divavesi Bertemu Presiden Jokowi Di Bogor

Presiden Nauru Baron Divavesi Bertemu Presiden Jokowi Di Bogor

Presiden Nauru Baron Divavesi Waqa bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Bogor di Jawa Barat pada hari Jumat.

Kedua pemimpin tersebut membicarakan kerja sama maritim. “Setelah pertemuan, mereka sepakat untuk bekerja sama dalam pengembangan sumber daya kelautan dan kelautan,” kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi usai menemani Jokowi pada pertemuan tersebut.

Dia menambahkan bahwa lingkup kerja sama mencakup pertukaran informasi tentang penangkapan ikan ilegal, tidak diatur dan tidak dilaporkan (IUU) dan menemukan cara untuk memecahkan masalah.

Retno mengatakan bahwa pembicaraan mengenai masalah ini akan berlanjut saat perwakilan Indonesia mengunjungi Nauru pada bulan Januari untuk menghadiri peringatan hari kemerdekaan ke-50 negara kepulauan tersebut.

“Presiden Nauru telah mengundang presiden kita untuk menghadiri acara tersebut, namun Presiden Jokowi telah menugaskan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto untuk menghadiri acara tersebut. Dalam kunjungan tersebut, Wiranto akan datang dengan tim ekonomi untuk menindaklanjuti masalah ini, dia berkata.

Nauru telah lama mengkritik Indonesia mengenai situasi hak asasi manusia di Papua. Pada bulan September 2016, negara ini, bersama beberapa negara Pasifik lainnya seperti Kepulauan Solomon, Vanuatu, Kepulauan Marsekal, Tuvalu dan Tonga, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menangani masalah hak asasi manusia di provinsi Papua dan Papua Barat.

Pertemuan yang dilakukan oleh pemimpin negara-negara yang memiliki hubungan kurang baik memang menjadi salah satu jalan yang ditempuh untuk memperbaiki hubungan yang kurang harmonis. Kunjungan Presiden Nauru ke Indonesia mengindikasikan bahwa hubungan antara kedua negara bisa diperbaiki melalui dialog bersama dalam satu forum.

Isu HAM serta kemaritiman hanyalah 2 dari beberapa isu yang akan dibahas oleh kedua negara dalam undangan balasan yang diberikan oleh Presiden Nauru pada pihak Indonesia. Harapan dari pertemuan ini membuahkan hasil serta kesepakatan yang tentunya sama-sama saling menguntungkan.