Harian Umum Pasundan Ekspres Online

Suka Duka Menjadi Istri Tentara

16 Tahun Berumah Tangga, 6 Tahun Hidup Bersama
MENDAMPINGI dan melayani suami memang sudah menjadi tanggung jawab dari seluruh istri. Tetapi beda halnya ketika mendampingi suami yang mempunyai profesi sebagai seorang tentara. Tentu ada berbagai macam rasa, mulai perasaan takut, was–was hingga senang, hal itu yang dirasakan oleh R Estio Rini R Haryono, ketua Persit Kartika Candra Kirana yang juga sebagai Istri Komandan Kodim 0604 Karawang.
Ditemui diruang kerja Dandim 0604 dengan didampingi sang suami, ibu dengan dua anak tersebut menceritakan tentang suka dan dukanya menjadi seorang istri parjurit.
“Banyak hal yang mampu saya pelajari dari suami saya, mulai dari cara mendidik anak dan memberikan kasih sayang terhadap anak. Itu semuanya saya pelajari dari suami saya,” katanya kepada Pasundan Ekspres.
Menjadi istri parjurit, dikatakan Estio, memang sangat berat tetapi dia terus mencoba menikmatinya. Terkadang menyimpan rasa was–was dan takut. Contohnya, ketika dia ditinggal tugas oleh suaminya ke Timor Timur, ada perasaan takut akan terjadi sesautu terhadap sang suami, sehingga dia harus merawat anaknya sendiri. “Sisulung ditinggalkan oleh ayahnya dari semenjak usia kandungan empat bulan dan baru ketemu ayahnya setelah usianya 11 bulan. Itu yang tidak akan pernah saya lupakan,” kenangnya.
Selain itu lanjutnya, Estio Rini juga mengenang masa–masa ketika dia ditinggal oleh suaminya bertugas di aceh. Waktu itu bertepatan dengan terjadinya bencana tsunami dan sang suami bertugas menjadi Wadanyon 600 Rider. Ketika dia terbaring sakit di rumah sakit, dirinya sempat kehilangan kontak dengan suaminya selama tiga minggu. Yang paling lucu semua alat–alat elektronik seperti televisi dan media masa dikeluarkan di dalam ruangannya.
“Saya kan curiga, kenapa alat–alat elektronik dan koran waktu itu semuanya dikeluarkan. Karena prajurit penjaga takut kalau saya shock mendengar kabar kalau diaceh sedang terjadi tsunami,” jelasnya.
R Estio Rini, juga menceritakan, hal yang paling membahagiakan selama dia mendampingi suami bertugas adalah disaat sekarang dia menjadi seorang istri Dandim. Karena ketika menjadi seorang istri Dandim dia sangat merasakan betapa besarnya rasa sayang suaminya terhadap keluarga. “Dari 16 tahun saya menikah, terhitung hanya enam tahun saya dan keluarga merasakan kebersamaan, karena waktu suami saya dihabiskan untuk bertugas dan melakukan pendidikan,” tukasnya.(kus)

 

Pooling Capres & Cawapres Indonesia 2014

Siapa Pemimpin Pilihan Anda?
 
Catatan Dahlan Iskan

Kolom Khusus Catatan Dahlan Iskan

Dengan Grobogan Tidak Perlu Impor

Kita belum tahu siapa yang akan menjadi juara Wirausaha Muda Mandiri tahun ini. Minggu depan, dalam acara yang biasanya dihadiri 5.000 wirausaha muda,...


Catatan Lainnya...