Dokter Telah Mengizinkan Setya Novanto Diperiksa

Pembicara DPR Setya Novanto akhirnya dapat diinterogasi sebagai tersangka korupsi segera setelah dokter Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyatakan bahwa kondisi kesehatan ketua Partai Golkar telah membaik, kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

Pengumuman tersebut dilakukan setelah penyidik ​​KPK dan seorang dokter mengunjungi Setya di Rumah Sakit Premier di Jatinegara, Jakarta Timur, dan mendapat penjelasan dari dokter yang telah mengawasi politisi tersebut.

“Intinya, menurut dokter, apakah itu pertanyaan dari Setya, sekarang bisa dilakukan,” kata Febri pada hari Rabu seperti dikutip kompas.com.

Setya telah ditunjuk sebagai tersangka dalam kasus e-KTP profil tinggi, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 2,3 triliun (US $ 175 juta). Dia diduga memainkan peran penting dalam rencana untuk menipu dana yang dialokasikan untuk proyek tersebut.

Dia sebelumnya telah melewatkan dua panggilan KPK untuk diinterogasi sebagai tersangka pada 11 dan 18 September, dengan menyebutkan adanya penyakit.

Namun, KPK tidak menanyai Setya di rumah sakit.

“Kami datang hanya untuk memantau kondisinya. [Setya] sedang tidur saat tim memasuki kamarnya, “kata Febri.

Jantung Setya sudah membaik setelah pemeriksaan kateterisasi dan pemasangan cincin. Tekanan darahnya pun relatif stabil, tambahnya.

Febri mengatakan, hasil kunjungan tersebut akan dilaporkan ke pimpinan KPK. Badan antigraft juga telah memikirkan apakah perlu meminta pendapat dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Partai Demokrat Belum Tentukan Sikap Putaran 2 Pilgub DKI

Partai Demokrat Belum Tentukan Sikap Putaran 2 Pilgub DKI

Kekalahan telak paslon Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni dalam Pilkada DKI Jakarta sudah pasti membuat pukulan yang telak bagi partai pengusungnya yaitu Partai Demokrat, partai yang didirikan oleh mantan Presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Partai Demokrat jugalah yang menjadi mesin partai dalam memenangkan SBY dalam Pemilu sebelumnya. Tapi tahun ini, Partai Demokrat bukan lagi partai penguasa pemerintahan.

Tentunya dengan jumlah suara 937.955 atau sebesar 17,05 %, pasangan Agus-Sylvi harus rela tidak bisa mengikuti putaran ke-2 dimana paslon Basuki Tjahaya Purnama – Djarot Saiful Hidayat beserta paslon Anies Baswedan – Sandiaga Uno yang maju untuk putaran ke-2. Inipun setelah adanya kepastian bahwa salah satu dari pasangan calon tersebut belum bisa menyentuh perolehan suara diatas 50% untuk pilkada DKI Jakarta 2017.

Langkah apa yang akan ditempuh oleh Partai Demokrat setelah kekalahan ini? Memang, sempat dikabarkan Partai Demokrat ini kemungkinan besar akan merapat ke paslon Anies-Sandi, pasalnya partai pendukung lainnya seperti PKB, PPP dan PAN memang sudah memulai dukungannya untuk paslon yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS tersebut. Hal ini memang dikatakan oleh Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta, M. Taufik dimana beliau mengatakan jika 3 dari 4 partai pendukung Agus-Sylvi sudah merapatkan barisannya ke dalam koalisi mereka.

Sedangkan menurut M. Taufik lagi, jika Ketua Tim Sukses Agus-Sylvi yaitu Nachrowi Ramli sudah memberikan sinyal-sinyal jika mereka mau bergabung untuk bisa memenangkan pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, Anies-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta putaran ke-2 nanti. M. Taufik mengatakan jika dia sudah bertemu dengan Nachrow Ramlii, bahwa ada kesepakatan antar mereka berdua.

Tinggal menunggu keputusan dari SBY sebagai pengambil keputusan. Artinya kita harus menunggu pertemuan antara SBY dengan Ketua Partai Gerindra, Bapak Prabowo Subianto. Bapak Prabowo sendiri memang sudah mengirimkan surat resmi langsung ke SBY untuk melakukan pertemuan antara mereka. Tentunya untuk membujuk agar Partai Demokrat mau bergabung kedalam koalisi mereka yang diklaim makin kuat sejak kedatangan 3 partai pendukung Agus-Sylvi lainnya.

Partai Demokrat Belum Tentukan Sikap Putaran 2 Pilgub DKI

Tapi benarkah demikian? Karena pendapat berbeda dilontarkan oleh juru bicara dari tim sukses Ahok – Djarot, Ruhut Sitompul yang sangat pesimis jika pernyataan dari M. Taufik itu tidak benar adanya. Terlebih karena Ruhut sangat tahu jika karakter SBY selama ini dimana Pak SBY akan menjadi penyeimbang jika orang yang diinginkan untuk bisa maju harus gagal.  Artinya SBY kemungkinan akan bersikap netral dalam putaran ke-2 Pilkada DKI Jakarta nanti. Jadi kemana Partai Demokrat akan merapat?

RIdwan Kamil Yakin Indonesia Sedang Dirongrong Dari Dalam

RIdwan Kamil Yakin Indonesia Sedang Dirongrong Dari Dalam

Generasi muda Indonesia pada saat ini jangan sampai dirusak oleh paham-pahan ideologi radikal. Hal inilah yang diungkapkan oleh seorang tokoh muda asal Jawa Barat dan juga sekaligus sang walikota kota Bandung, Kang Ridwan Kamil. Lebih lanjut, walikota yang terkenal dengan warganya tersebut mengatakan perlu adanya kampanye-kampanye yang mengedepankan nilai-nilai ke-bhinnekaan agar paham-paham radikal seperti itu tidak akan membuat moral generasi muda Indonesia menjadi rusak.

Dan walikota yang suka memberikan joke-joke dalam akun media sosialnya tersebut sangat mengapresiasi atas apa yang sudah dilakukan oleh Taruna Merah Putih (TMP) beserta dengan gerakan Pemuda Ansor yang sudah sering mengampanyekan nilai-nilai luhur Bhinneka disejumlah daerah di Indonesia baru-baru ini. Dalam wawancaranya dengan pihak media baru-baru ini, Ridwan ingin terus bisa mengampanyekan nilai-nilai kebhinnekaan keberagaman ini dengan mengajak kita untuk bersama-sama mewujudkannya.

Terlebih jika beliau sebenarnya sangat mengetahui jika pada sebenarnya, Indonesia pada hari ini mendapat gangguan dari dalam. Jadi bukan gangguan yang berasal dari luar seperti yang diperkirakan oleh banyak pengamat belakangan ini. Ridwan Kamil mengatakan hal tersebut disela-sela kegiatannya saat menghadiri acara yang digagas oleh TMP bersama pemuda Ansor baru-baru ini dengan tajuk Kirab Kebangsaan “Pancasila Rumah Kita” di lapangan Bintang Fantasi Pamanukan Kab. Subang provinsi Jawa Barat pada hari Sabtu, 4 Maret 2017 kemarin.

Dalam acara kirab kebangsaan tersebut, juga ikut hadir Ketua Umum TMP sendiri, Maruarar Sirait, kemudian hadir juga Yenny Wahid yang merupakan Direktur Wahid Institute dan juga anak dari mantan Presiden Indonesia ke-4, Dr. K. H. Abdurrahman Wahid atau yang akrab kita panggil Gus Dur. Selain itu juga hadir banyak sekali tokoh-tokoh masyarakat yang memang berasal dari Jawa Barat sendiri. Kirab kebangsaan tersebut sudah pastinya dihadiri oleh ribuan masyarakat Subang yang melihat dari awal acara seperti pawai budaya.

Kemudian walikota yang digadang-gadang untuk maju menjadi calon Gubernur Jawa Barat pada 2018 mendatang ini mengatakan jika pada saat ini masyarakat Indonesia harus berhadapan kembali dengan politik devide et impera dengan membuat ideologi-ideologi yang ekstrim radikal, terlebih jika kebanyakan berita yang tersebar pada saat ini penuh sekali dengan kebohongan, dimana ujung-ujungya adalah tersebarnya banyak kebencian dibanyak orang.

RIdwan Kamil Yakin Indonesia Sedang Dirongrong Dari Dalam

Dulu, para penjajah tanah air Indonesia menggunakan ini untuk bisa mengalahkan rakyat Indonesia, dan itu terlihat lagi pada saat ini. Lawan!! Itulah ucapan Kang Emil kepada semua elemen generasi muda saat ini. Lawan dengan pikiran, ucapan, tulisan atau bahkan jika perlu lawan dengan fisik untuk siapapun yang mencoba memecah belah kita dan pastinya menganggu Pancasila. Dengan mengadakan kirab seperti ini, Kang Emil berharap para pemuda akan selalu mencintai tanah air Indonesia sampai kapanpun.

Tantangan Kepemimpinan Perempuan di Indonesia

 

Tantangan Kepemimpinan Perempuan di Indonesia

Perhelatan Pilkada 2017 sudah selesai dilaksanakan serentak diseluruh daerah di Indonesia. Ada yang menang dan ada juga yang kalah. Walaupun yang kalah biasanya tidak akan pernah menerima hasil perhitungan suara yang sudah dilakukan oleh KPU. Tapi kita tinggalkan sejenak pemilihan dan kekisruhan yang terjadi dalam Pilkada tersebut.

Mari kita menoleh sejenak tentang sebuah catatan kecil yang luput dari banyak perhatian banyak orang tentang pelaksanaan Pilkada di 101 daerah pemilihan ini. Catatan tersebut adalah tentang partisipasi perempuan dalam ikut dipemilihan Pilkada kali ini. Catatan yang terdapat dalam data Komnas Perempuan ini menyatakan bahwa hanya ada 6,7 persen perempuan saja dari semua calon Kepala Daerah yang ada dalam 101 daerah pemilihan.

Jika diperinci secara jelas, totalnya ada 24 orang perempuan yang menjadi calon Kepala Daerah dan 19 orang lagi akan menjadi calon Wakil Kepala Daerah. Besar? Tidak, jika mau kita bandingkan dengan jumlah laki-laki yang menjadi calonnya. Jumlahnya terpaut sangat jauh dimana mereka menguasai dengan jumlah mencapai angka 599 calon laki-laki atau sekitar 93,3 persen. Jauh bukan perbandingannya? Disini terlihat jika kepemimpinan perempuan di negeri kita ini masih sangat rendah dimana mereka sering mendapatkan banyak sekali tantangan serta rintangan.

Salah satu yang menjadi penyebabnya adalah tentang persepsi dari masyarakat yang masih menganggap jabatan-jabatan politik masih dianggap ranah laki-laki bukan perempuan. Apa yang menjadi penyebabnya? Mengapa sangat sedikit sekali kader perempuan yang maju menjadi calon pemimpin didaerah? Selain anggapan yang sudah dikatakan tadi, ternyata hal yang lebih mendukung adalah jarang adanya pengkaderan dari partai politik untuk bisa membawa kader perempuannya dalam menempati jabatan strategis.

Partai-partai polotik masih belum memberi ruang lebih untuk memberi kesempatan yang besar bagi kaum hawa dalam kiprahnya didunia politik. Walaupun sebenarnya, perempuan bisa lebih unggul dalam masalah sensitivitas. Karena perempuan memang diakui memiliki sensitivitas lebih tinggi daripada kaum laki-laki. Dengan adanya sensitivitas, kaum perempuan akan bisa lebih peka dalam menghadapi persoalan masyarakat daerah yang akan dipimpinnya kelak.

Tantangan Kepemimpinan Perempuan di Indonesia

Karena melihat minimnya calon Kepala Daerah, mungkin pemerintah perlu untuk sosialisasi dan pendekatan  kepada wanita agar mau ikut serta dalam pesta pemilihan Kepala Daerah. Bahkan anggap saja pemerintah tidak mau perduli akan hal ini, mungkin partai-partai politik mungkin bisa melakukan pengkaderan bagi anggotanya dalam membekali mereka pengetahuan politik. Pastinya kita juga harus bisa mendorong kaum hawa untuk bisa lebih maju.

Jokowi Sarankan Pengusaha Mulai Investasi di Indonesia

 

Jokowi Sarankan Pengusaha Mulai Investasi di Indonesia

Presiden Joko Widodo menyampaikan kepada semua pengusaha di Indonesia untuk bisa segera memulai investasi dengan uang yang mereka miliki di Indonesia. Yup Jokowi mengatakan agar mereka mau menginvestasikan uangnya tetap di Indonesia. Ini tentunya memang dicanangkan oleh Jokowi agar komitmen pemerintahan dalam memperbaiki peringkat kemudahan investasi di Indonesia bisa tercapai segera.

Inilah waktu yang sangat tepat tutur Jokowi lebih lanjut dengan melihat hawa politik di Indonesia yang sedang adem ayem atau dengan kata lain sedang berjalan aman tenteram. Dengan melihat hawa politik yang sedang aman di Indonesia saat ini, Indonesia sudah dipastikan menjadi negara yang diincar oleh banyak investor luar negeri, walau ada juga yang berasal dari dalam negeri sendiri. Sayangnya yang terlihat banyak dalam berinvestasi selama ini adalah investor-investor luar yang berani mengambil peluang emas tersebut.

Jadi jika sampai para pengusaha Indonesia kecolongan terlebih dahulu dari para pengusaha-pengusaha luar, Jokowi meminta mereka tidak boleh serta merta menyalahkan pemerintah. Terlebih jika Jokowi sudah memberi tahunya seperti saat ini. Jokowi juga mau memastikan kepada semua pengusaha, in merupakan kesempatan langka yang harus benar-benar diperhatikan oleh mereka semua. Jokowo sudah paham jika para pengusaha tersebut tahu betul akan banyaknya peluang dinegaranya sendiri tersebut.

Jokowi merasa tidak perlu membeberkan peluang-peluang apa saja yang ada untuk mereka dii Indonesia, hal itu karena pengusaha sudah tahu lebih daripada dirinya sendiri. Jokowi memang sudah sewajarnya mengingatkan para pengusaha tersebut, terlebih mereka yang bingung akan diinvestasikan kemana uang mereka. Jokowi juga sedang berusaha untuk tetap memperbaiki kemudahan bagi pengusaha Indonesia dalam hal berinvestasi.

Jokowi juga mengatakan akan terus menekan sehingga semakin tahun akan semakin membaik lagi. Sehingga kedepannya, akan tercipta iklim investasi yang sangat bagus dinegeri tercinta mereka, Indonesia. Jokowi juga membanggakan jika pada saat ini, Indonesia sedang menjadi perhatian banyak investor luar negeri. Dan mereka sedang bersiap-siap untuk memanfaatkan keuntungan ini. Dan Jokowi juga berharap hal yang sama dilakukan oleh investor asal Indonesia agar ikut memanfaatkan situasi yang menguntungkan ini. jangan sampai ketinggalan, pesan Jokowi lebih lanjut.

Jokowi Sarankan Pengusaha Mulai Investasi di Indonesia

Jokowi juga sering mendapatkan pertanyaan dari banyak pengusaha yang ada diluar negeri tentang keamanan berinvestasi di Indonesia saat ini. Jokowi tegaskan kepada mereka yang ragu, jika Indonesia masih sangat aman untuk menanamkan modal usahanya di Indonesia. Jangan takut untuk masalah keamanan. Karena semua bisa dikendalikan oleh Polri dan TNI yang sudah bersatu dalam pemerintahannya saat ini.

Perhatikan Etika Ini Untuk Bicara Politik di Tempat Kerja

 

Perhatikan Etika Ini Untuk Bicara Politik di Tempat Kerja

Berinteraksi dengan orang lain sudah pasti menjadi sebuah kebutuhan yang mutlak pada saat ini. Terlebih jika ada saja hal-hal diluar sana yang bisa menjadi bahan perbincangan. Dimana perbincangan tersebut sudah menyangkut ranah politik dalam negeri kita sendiri. Apalagi saat akan dimulainya masa kampanye menjelang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ataupun Pemilihan Gubernur (Pilgub) dimana akan ada banyak orang yang membahas pilihannya masing-masing.

Bahkan mereka bisa mendadak berubah menjadi pengamat politik dadakan yang muncul setiap saat dan dimana saja. Yang paling hangat-hangatnya adalah Pilkada DKI Jakarta yang mulai akan memasuki babak baru, putaran ke-2 dimana akan berhadapan 2 pasang calon kuat yang bisa memimpin kota yang tidak pernah tidur tersebut. Bahkan ranah untuk tempat perbincangan sudah meluas sampai dengan lingkungan kerja.

Yup tempat bekerja kita tidak luput sebagai tempat yang baik untuk membicarakan masalah politik Indonesia pada saat ini. Sesama rekan kerja bisa saling berbicara satu sama lain untuk membahas apapun, bukan hanya membicarakan pekerjaannya saja. Tapi juga bisa membahas hal lain seperti olahraga sepakbola untuk kaum laki-laki ataupun fashion akan menjadi pembicaraan seru untuk kaum wanita ditempat kerja. Tapi semua topik tersebut akan kalah saat kita mulai memasuki adanya Pilkada, Pilgub ataupun Pemilu.

Dengan saling menjagokan pilihannya masing-masing, tempat kerja akan menjadi tempat yang jauh lebih ramai. Perdebatan akan menajdi hal yang paling sering kita lihat, walau pada akhirnya perdebatan akan berakhir dengan gelak tawa mereka. Tapi apakah yang mereka lakukan tersebut salah? Maksudnya membicarakan hal tersebut ditempat mereka seharusnya bekerja? Memang tidak disalahkan sama sekali bagi karyawan yang ingin bertukar pikiran diwaktu senggang tapi mereka harus memperhatikan beberapa hal seperti :

Pertama, kita harus sadar akan sebuah resiko dengan topik politik yang sebenarnya bisa jadi sensitif bagi sebagian kecil orang. Karena tidak menutup kemungkinan pembahasannya bisa jadi meluas yang memunculkan isu SARA. Ada orang-orang yang tidak perduli akan hal tersebut. Tapi jangan samakan satu orang dengan orang lainnya. Sebagian ada yang mempunyai sikap fanatik. Jadi siahkan saja membicarakan masalah politik di tempat kerja, tapi berhati-hatilah saat berbicara.

Kedua, kita akan menjadi partner berbicara yang menyenangkan jika kita merupakan sosok orang yang mempunyai pikiran yang terbuka. Artinya kita bukan hanya akan berbicara, tapi juga akan menjadi pendengar yang baik dimana kita sudah pasti akan mudah menerima pandangan karyawan lainnya. Kita bukan tipe yang akan memaksa opini kita sendiri.

Ketiga, mempunyai pilihan yang berbeda antar setiap orang pastinya sudah pasti ada. Tapi saat berada ditempat kerja, hormati pilihan karyawan lain akan menjadi kunci keharmonisan dalam sebuah kantor. Tentunya hal ini akan berimbas dengan nyamannya kita saat sedang berada dikantor.

Perhatikan Etika Ini Untuk Bicara Politik di Tempat Kerja

Terakhir, jangan segan untuk mengakhiri perdebatan jika pada akhirnya ada perdebatan yang mulai mengarah kearah tidak sehat. Ini tentunya untuk bisa menghindari hal-hal yang tidak perlu terjadi, seperti perkelahian. Rugi bukan sampai dipecat oleh atasan hanya karena kita ribut dikantor?

 

JK Berpesan Pada Pengusaha Muda Tak Terjun ke Politik

JK Berpesan Pada Pengusaha Muda Tak Terjun ke Politik

Tentunya kita sudah sangat tahu bagaimana kerasnya dunia politik di Indonesia. Saling sikut bahkan pembunuhanpun bisa saja terjadi untuk bisa memenangkan dirinya dalam jajaran politik tanah air. Tergiur akan pendapatan yang lebih besar menjadi hal utama bagi mereka. Yang menang diperkirakan akan mendapat banyak sekali keuntungan. Jadi tidak heran bukan, segala macam cara bisa digunakan untuk menjatuhkan lawan-lawan politiknya.

Oleh karena itulah Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla menekankan kepada semua pengusaha-pengusaha muda yang berada di tanah air saat ini untuk bisa menjauh dari hiruk pikuk dunia politik Indonesia yang sedang tidak stabil belakangan ini. Jusuf Kalla hanya meminta semua pengusaha muda bisa untuk memfokuskan dirinya dalam membangun bisnisnya di Indonesia dan akhirnya lewat bisnis mereka akan membuat Indonesia menjadi lebih maju kedepannya. Mengapa Jusuf Kalla sampai mengatakan hal tersebut?

Tentunya sebagai orang yang juga berurusan dengan dunia politik, Jusuf Kalla sangat mengetahui dengan pasti kesibukan seseorang saat mulai terjun didunia politik. Dengan kesibukannya tersebut, para pengusaha akan kesulitan dalam mengembangkan bisnisnya dimasa yang akan datang. Hal ini memang diutarakan oleh Jusf Kalla karena dia melihat jika para pengusaha yang akhirnya terjun kedunia merasa mempunyai kemampuan untuk terjun kedunia politik sekaligus bisa mengurus bisnisnya.

Lebih lanjut Jusuf Kalla mengatakkan bahwa untuk terjun kepolitik memang baik tapi pada saatnya nanti para pengusaha akan bisa kehilangan kemampuan mereka untuk berbisnis dan ini sangat berbahaya untuk perkembangan bisnis di Indonesia. Jusuf Kalla sendri menilai jika pada saat ini Indonesi sangat membutuhkan pengusaha dalam jumlah yang banyak tentunya untuk membuat negara Indonesia lebih maju.

Dan pastinya Jusuf Kalla juga mengatakan bahwa ekonomi Indonesia akan semakin membaik dengan banyaknya pengusaha. Jusuf Kalla juga sangat menyakini bahwa akan banyak pengusaha yang bisa meningkatkan kemampuan berusahanya dan kemudian bersinergi bersama pengusaha lainnya untuk membangun ekonomi Indonesia yang lebih kuat. Jusuf Kalla percaya dengan didukung oleh semangat yang tinggi, para pengusaha akan bisa memanjukan dirinya dan tentunya bangsanya sendiri.

JK Berpesan Pada Pengusaha Muda Tak Terjun ke Politik

Terakhir, Jusuf Kalla sangat menaruh harapan yang besar kepada semua pengusaha untuk bisa terus mengembangkan dirinya. Dimana mereka bisa bersama-sama membawa negeri tercintanya Indonesia mengejar ketertinggalannya dari negara lain. Penjuangan yang sekarang sudah sangat berbeda dengan jaman dulu, sekarang kita sudah lebih banyak dipermudah karena kemerdekaan. Perjuangan yang dulu adalah berjuang lepas dari penjajahan sekarang harus berjuang untuk membuat Indonesia lebih maju.

Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada

Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada

Tidak mengherankan tentunya saat kita mengetahui akan banyaknya politik uang yang kita dengarkan saat pilkada berlangsung kemarin. Bahkan hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Bawaslu, Muhammad dimana dia beserta timnya bisa menemukan adanya 600 dugaan politik uang dalam 101 daerah saat Pilkada serentak 2017 kemarin dilaksanakan. Bahkan Muhammad menjelaskan jika politik makin meningkat secara tajam saat mulai memasuki minggu masa tenang.

Banyak sekali laporan-laporan yang masuk dari daerah-daerah yang melaporkan temuan akan politik uang dengan jumlah yang sangat fantastis, 600an lebih laporan yang sejenis. Apa yang dilaporkan? Karena menurut laporan tersebut mereka dengan secara terang-terangan membagi-bagi uang serta barang ( makanan, gula, sembako ) kepada masyarakat agar mau memilih  calon pasangan tertentu.

Siapa yang membagikan uang dan barang tersebut? Menurut Muhammad, laporan tersebut menyebutkan bahwa tim sukses dan relawan pengusung calon pasangan kepala daerah tersebutlah yang melakukannya. Yang paling disesalkan oleh Muhammad sendiri adalah semua laporan tersebut datang dari hampir semua daerah pemilihan. Melihat hal tersebut, Muhammad menegaskan jika pihaknya sebagai badan pengawas pemilu tidak akan mengampuni apa yang sudah dilakukan  oleh tim sukses dari masing-masing calon.

Kali ini, Muhammad bertekad untuk bisa menelusuri politik uang tersebut dimana sudah pasti akan terkait dengan pasangan calon kepala daerah yang sudah bertarung dalam Pilkada kemarin. Muhammad akan menggunakan kewenangan Bawaslu Provinsi untuk bisa melakukan diskualifikasi langsung tanpa harus melewati proses pengadilan jika terbukti ada kaitannya dengan pasangan calon.

Bahkan Bawaslu akan tetap memberi diskualifikasi walaupun pasangan calon tersebut dinyatakan menang dalam pemilihan suara. Tentunya ini akan menjadi hal paling menyedihkan bagi pasangan calon yang dinyatakan menang tapi pada akhirnya harus terkena diskualifikasi hanya gara-gara ditemukan adanya politik uang dalam kampanyenya. Muhammad dengan tegas mengatakan akan selalu mengikuti aturan yang sudah sangat jelas dalam UU Pilkada.

Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada

Bahkan Muhammad menyatakan bahwa hukuman bukan hanya diberikan kepada pemberi uangnya saja tapi hukuman akan bisa diberikan kepada penerimanya. Muhammad juga mengatakan mereka juga bisa mengenakan Pasal 55 KUHP dan Pasal 149 KUHP untuk bisa menjerat pelaku politik uang. Dan jika sudah dianggap sudah terlewati atau kadaluarsa maka jalannya melalu di-juncto-kan dengan Pasal 149 KUHP. Karena dalam Pasal tersebut jelas jika pemberi dan penerima uang politik akan bisa dipidana tanpa adanya batasan akan waktu.

Gus Ipul Punya Lawan Tangguh di Pilgub Jatim 2018 Mendatang

Gus Ipul Punya Lawan Tangguh di Pilgub Jatim 2018 Mendatang

Pemilihan gubernur memang akan berlangsung pada 2018 mendatang. Artinya 1 tahun kedepan pesta demokrasi seperti pilkada tahun ini akan berlangsung kembali, walaupun kali ini yang akan dipilih adalah gubernur. Semua daerah di Indonesia akan melaksanakan pilgub tak terkecuali daerah Jawa Timur. Mungkin tahun 2018 masih terhitung lama, tapi jangan salah karena sudah ada beberapa tokoh yang ada di Jawa Timur sudah mulai mengambil ancang-ancang dimana mereka mulai curi start dengan tujuan agar secepatnya merebut simpati masyarakat dari Jawa Timur.

Siapa saja mereka? Adalah Wagub Jawa Timur (Jatim)saat ini, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan juga Ketua DPRD Jatim, Abdul Halim Iskandar. Hal seperti ini ternyata tidak luput dari perhatian seorang pengamat politik asal Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi yang mengatakan akan adanya pertarungan yang sengit pada Pilgub Jatim 2018 mendatang. Dimana dia bisa melihat bahwa kemungkinan saja calon incumbent yang maju dalam pemilihan bisa tersingkir.

Gus Ipul Punya Lawan Tangguh di Pilgub Jatim 2018 Mendatang

Airlangga sendiri memang melihat jika pada saat ini sudah banyak kader yang memiliki elektabiltas yang sangat baik. Lihat saja calon seperti Walikota Surabaya, Tri Rismaharini serta sosok Menteri Sosial yang juga sekaligus mantan calon gubernur 2 periode, Khofifah Indar Parawansa. Airlangga mengatakan jika ke-2 orang terakhir tadi maju dalam pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 nanti, diprediksi pertarungan akan berlangsung lebih sengit.

Dimana dia melihat akan adanya perang bintang apalagi jika Gus Ipul benar-benar akan maju sebagai cagub pada 2018 mendatang. Yang pasti Airlangga melihat jika Risma dan Khofifah sudah memiliki elektabilitas yang tinggi dimata masyarakat dimana pastinya akan bisa menghadapi incumbent Gus Ipul. Airlangga juga menyebutkan, jika ke-2 tokoh wanita tersebut bukan hanya bisa unggul karena elektabilitas tapi juga mereka sudah pasti akan disupport oleh mesin politik kuat pada Pilgub Jatim 2018 mendatang.

Airlangga meengatakan jika Risma sudah pasti akan prestasinya saat membangun kota Surabaya lebih baik serta didukung popularitas yang besar sejak dia menjabat menjadi Walikota Surabaya. Tentunya kita sendiri sudah mengetahui sepak terjang tokoh wanita ini saat bekerja sebagai seorang walikota. Sedangkan untuk Khofifah sendiri memang sudah mempunyai basis pendukung saat dia maju sebagai cagub Jatim selama 2 periode. Selain Gus Ipul, Risma dan Khofifah, Airlangga juga menyatakan untuk tidak memandang sebelah mata calon gubernur lainnya, seperti Ketua DPRD Jatim, Abdul Halim Iskandar.

Ini karena Abdul Halim juga merupakan Ketua DPW PKB Jawa Timur, yang artinya calon gubernur yang satu ini sudah pasti akan didukung oleh massa PKB yang kita kenal mempunyai basis kuat di Jawa Timur. Dengan melihat hal ini, Airlangga menyarankan untuk semua orang yang memang pasti maju dalam Pilgub Jatim 2018 mendatang untuk sesegera mungkin untuk bisa memperkuat basisnya agar pada akhirnya nanti, mereka akan bisa merebut suara masyarakat Jatim sebanyak-banyaknya.

Timses Ahok Djarot Sudah Siapkan Strategi Hadapi Putaran 2

 

Timses Ahok Djarot Sudah Siapkan Strategi Hadapi Putaran 2Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta terlihat sudah merampungkan rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 dengan selesainya rapat pleno terbuka yang berlangsung pada hari Minggu kemarin tanggal 26 Februari  2017. Dimana KPU mengumumkan bahwa dari 3 calon gubernur yang tersedia, hanya akan ada 2 calon gubernur yang akan maju kembali keputaran ke-2 Pilgub DKI Jakarta.

Pasangan nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni harus mengakui 2 calon lainnya yaitu Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan – Sandiaga Uno yang akan masih harus bertarung diputaran ke-2 untuk memilih Gubernur DKI Jakarta pada periode selanjutnya. Menurut perhitungan yang resmi dari KPU DKI Jakarta, pasangan nomor urut 2, Basuki – Djarot merupakan calon dengan perolehan suata tertinggi saat ini dimana mereka mendapat 2.364.577 suara atau jika dipersentase dari seluruh suara yang masuk, mereka mendapat 42,99 %.

Sedangkan untuk calon gubernur nomor urut 3, Anies – Sandiaga menempati urutan ke-2 dengan mendapat perolehan suara sejumlah 2.197.333 atau 39,95 % dari seluruh jumlah suara yang masuk. Sedangkan Agus – Sylvi sendiri hanya mendapat suara 937.955 atau sebesar 17,05 % saja. Karena salah satu calon cagub – cawagub belum mendapat suara sebesar 50 % lebih, maka KPU menetapkan untuk melaksanakan Pilgub DKI Jakarta putaran ke-2 yang hanya akan diikuti oleh  Basuki – Djarot dan Anies – Sandiaga. Lebih lanjut kubu Basuki – Djarot lewat juru bicara timses mereka, Raja Juli Antoni mengatakan bahwa mereka sangat bersyukur akan hasil perolehan suara mereka dalam pilgub DKI Jakarta pada putaran 1 kemarin.

Terlebih saat Antoni melihat sendiri bahwa banyak sekali hasil survei dari lembaga-lembaga survei yang tidak mengunggulkan mereka dalam pemilihan tersebut. Dengan melihat apa yang sudah mereka dapat di putaran ke-1, Antoni tidak membeberkan strategi khusus yang mereka rancang pada putaran ke-2 nanti. Hanya saja Antoni menjelaskan jika pasangan Basuki – Djarot hanya akan lebih sering menyapa masyarakat dan berangkat dari hal tersebut, berharap suara dari pasangan calon yang kalah, Agus – Sylvi bisa mereka peroleh di putaran ke-2 nanti.

Artinya kemungkinan besar Basuki – Djarot akan lebih sering mengunjungi daerah-daerah yang menjadi kemenangan Agus – Sylvi. Antoni lebih lanjut mengatakan angka 42,99 % yang mereka dapat sudah semestinya disyukuri, terlebih dengan banyaknya fitnah yang mereka dapat sebelumnya. Oleh sebab itulah hasil ini adalah pencapaian yang luar biasa  dari kerja keras mereka selama ini. Tim sukses Basuki – Djarot mungkin akan menempuh komunikasi politik dengan tim sukses Agus – Sylvi dengan kemungkinan mau bergabung dengan mereka berjuang untuk kemenangan nomor urut 2 tersebut.

Timses Ahok Djarot Sudah Siapkan Strategi Hadapi Putaran 2

Untuk kampanye kedepannya, Antoni menjelaskan kemungkinan mereka akan mencoba lebih komunikasi door to door dengan warga DKI Jakarta. Setidaknya Antoni dan tim sukses lain masih yakin bisa merebut hati dari para pemilih pasangan nomor urut 1 tersebut. Antoni sendiri menyebutkan kemungkinan untuk 8-9 % suara Agus Sylvi bisa mereka dapatkan. Terlebih mereka sudah mendapat pemetaan yang jelas, tempat pemungutan suara (TPS) mana saja mereka bisa kalah diputaran pertama. Itulah daerah yang akan mereka sering datangi untuk bisa mengambil hati mereka diputaran ke-2 nanti.