Putin Takin Sanksi Untuk Korut Takkan Mempan

Korea Utara kembali menjadi sorotan dunia karena baru-baru ini mengadakan uji coba nuklir yang mengaikbatkan gempa hingga ke Jepang. Tentu saja berbagai negara yang berteman dengan Amerika dan PBB terus mengecam percobaan uji coba nuklir Korut ini.

Kim Jong-un yang merupakan pimpinan tertinggi Korea Utara tak menggubris ancaman serta sanksi yang terus dikumandangkan oleh pihak musuh, dan program nuklir yang masih terus dikembangkan oleh negara tersebut masih akan terus dibenahi.

Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan bahwa Korut saat ini tidak dapat diganggu dan pastinya akan lebih baik bagi negara itu hanya memakan rumput ketimbang harus menghentikan program nuklirnya. Pernyataan Putin ini dikatakan saat di China dimana sedang berlangsung pertemuan BRICS(Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan) di Xiamen, China.

Adapun ancaman-ancaman sanksi ekonomi yang coba dilakukan oleh PBB dan Amerika terhadap Korut menurut Putin tidak akan mempan. Mengajak Korut untuk berunding dalam masalah menghentikan program nuklir negara tersebut bagi Putin merupakan hal yang sia-sia belaka.

Lebih lanjut Putin mengatakan opsi militer untuk menghentikan paksa program nuklir Korut ini pun sangat beresiko tinggi. Putin juga menyoroti langkah sanksi yang salah malah akan membuat kerugian bagi banyak masyarakat yang tidak bersalah.

Amerika sendiri beberapa kali mengatakan akan membalas perbuatan Korut apabila terus mengembangkan program nuklir dan ingin menembakkan roket nuklir ke negara Amerika Serikat. Korea Utara sendiri pada beberapa hari lalu membuat geger lantaran roket nuklir yang dilancarkan melewati wilayah Hokkaido, Jepang dan alarm nuklir pada negara itu berbunyi dan sempat menimbulkan ketakutan pada warga sekitar.

Donald Trump sendiri mengatakan tidak akan segan-segan untuk menghancurkan Korut apabila langkah itu perlu diambil. Trump mengingatkan kepada Korut untuk tidak mencari gara-gara dan memulai peperpangangan yang akan menimbulkan kekacauan di dunia.