Melihat Peluang Risma di Pilgub Jatim 2018

Melihat Peluang Risma di Pilgub Jatim 2018

Siapapun yang tidak mengenal sosok Walikota Surabaya, Tri Rismaharini sungguhlah keterlaluan. Tri Rismaharini atau bisa kita sebut dengan panggilam Risma ini memang seorang kepala daerah yang selalu mendapat perhatian dari banyak kalangan. Terlebih pada media sosial yang melihat sosok walikota yang satu ini merupakan sosok kepala daerah yang mampu membawa daerahnya lebih maju daripada sebelumnya. Sepak terjangnya sebagai seorang walikota memang sangat spesial dimana masyarakat Surabaya sangat memuji kinerjanya yang sangat bagus dalam membangun Surabaya.

Sebagai seorang kader PDIP, Risma juga kader yang dianggap spesial oleh jajaran pusat PDIP. Mengapa dianggap spesial? Itu karena partai menganggap Risma punya banyak sekali pengalaman dala birokrasi serta ditambah dengan menunjukkan betapa baiknya saat dia bekerja. Kemudian Risma juga bisa menjaga serta mengangkat citra PDIP selain aktifnya dirinya saat menjalankan tugas-tugas dari partainya tersebut.

Bagi seorang Sekjen DPD PDIP, Hasto Kristiyanto, sosok Risma dianggap sebagai walikota pekerja keras selain kepintarannya yang mampu menterjemahkan visi serta misi ideologis PDIP. Tentunya yang selalu membuat kebijakan yang pro dengan rakyat kecil. Dan yang paling membuat PDIP sayang kepada Risma, dimana walikota perempuan tersebut resmi mengundurkan diri dengan mengajukan pensiun dini dari PNS. Dan langsung masuk menjadi anggota PDIP. Dengan resmi menjadi anggota partai, Risma langsung diusung oleh PDIP bersama Ketua PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana dalam menghadapi Pilkada serentak pada Desember 2015 silam.

Risma juga pernah hadir dalam kongres PDIP yang berlangsung di Bali pada bulan April 2014 silam. Dimana ternyata Risma memang diundang khusus oleh Megawati Soekarnoputri untuk bisa datang dalam upacara pembukaan kongres tersebut. Rismapun memang pada akhirnya datang dan disambut sangat meriah ditengah lingkungan PDIP Pusat. Risma juga sering mendapat kepercayaan dari jajaran pusat PDIP dalam tugas-tugas kampanye ataupun konsolidasi partai ditempat yang tergolong mempunyai tingkat kesulitan yang sangat tinggi.

Contohnya saja, saat Risma dihadirkan di kota Jayapura denga tujuan memberikan ilmunya dalam memenangkan Pilkada serta membantu dalam menyusun strategi yang tepat untuk membantu pemerintahan yang prorakyat. Hanya Jayapura? Tidak! Daerah Aceh juga pernah menjadi agenda kunjungan Risma dalam membantu partainya tersebut. Dan terakhir, Risma diminta datang oleh PDIP Pusat untuk bisa membantu PDIP dalam Pilkada 2017 kemarin dimana Risma berkampanye di Papua Barat dan Gorontalo.

Melihat Peluang Risma di Pilgub Jatim 2018

Dengan melihat betapa percayanya PDIP Pusat kepada Risma, bukan tidak mungkin, seorang walikota bisa dimajukan oleh PDIP untuk bisa maju dalam Pilgub Jawa Timur pada 2018 mendatang. Dan jika Risma benar-benar diusung oleh PDIP untuk maju dalam Pilgub Jatim 2018 mendatang, bisa jadi nama-nama besar yang ingin maju dalam Pilgub seperti Wakil Gubernur Jatim saat ini, Saifullah Yusuf dan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa bisa langsung tenggelam oleh nama besar Risma yang menjadi kebanggaan kota Surabaya pada saat ini.

Gus Ipul Punya Lawan Tangguh di Pilgub Jatim 2018 Mendatang

Gus Ipul Punya Lawan Tangguh di Pilgub Jatim 2018 Mendatang

Pemilihan gubernur memang akan berlangsung pada 2018 mendatang. Artinya 1 tahun kedepan pesta demokrasi seperti pilkada tahun ini akan berlangsung kembali, walaupun kali ini yang akan dipilih adalah gubernur. Semua daerah di Indonesia akan melaksanakan pilgub tak terkecuali daerah Jawa Timur. Mungkin tahun 2018 masih terhitung lama, tapi jangan salah karena sudah ada beberapa tokoh yang ada di Jawa Timur sudah mulai mengambil ancang-ancang dimana mereka mulai curi start dengan tujuan agar secepatnya merebut simpati masyarakat dari Jawa Timur.

Siapa saja mereka? Adalah Wagub Jawa Timur (Jatim)saat ini, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan juga Ketua DPRD Jatim, Abdul Halim Iskandar. Hal seperti ini ternyata tidak luput dari perhatian seorang pengamat politik asal Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi yang mengatakan akan adanya pertarungan yang sengit pada Pilgub Jatim 2018 mendatang. Dimana dia bisa melihat bahwa kemungkinan saja calon incumbent yang maju dalam pemilihan bisa tersingkir.

Gus Ipul Punya Lawan Tangguh di Pilgub Jatim 2018 Mendatang

Airlangga sendiri memang melihat jika pada saat ini sudah banyak kader yang memiliki elektabiltas yang sangat baik. Lihat saja calon seperti Walikota Surabaya, Tri Rismaharini serta sosok Menteri Sosial yang juga sekaligus mantan calon gubernur 2 periode, Khofifah Indar Parawansa. Airlangga mengatakan jika ke-2 orang terakhir tadi maju dalam pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 nanti, diprediksi pertarungan akan berlangsung lebih sengit.

Dimana dia melihat akan adanya perang bintang apalagi jika Gus Ipul benar-benar akan maju sebagai cagub pada 2018 mendatang. Yang pasti Airlangga melihat jika Risma dan Khofifah sudah memiliki elektabilitas yang tinggi dimata masyarakat dimana pastinya akan bisa menghadapi incumbent Gus Ipul. Airlangga juga menyebutkan, jika ke-2 tokoh wanita tersebut bukan hanya bisa unggul karena elektabilitas tapi juga mereka sudah pasti akan disupport oleh mesin politik kuat pada Pilgub Jatim 2018 mendatang.

Airlangga meengatakan jika Risma sudah pasti akan prestasinya saat membangun kota Surabaya lebih baik serta didukung popularitas yang besar sejak dia menjabat menjadi Walikota Surabaya. Tentunya kita sendiri sudah mengetahui sepak terjang tokoh wanita ini saat bekerja sebagai seorang walikota. Sedangkan untuk Khofifah sendiri memang sudah mempunyai basis pendukung saat dia maju sebagai cagub Jatim selama 2 periode. Selain Gus Ipul, Risma dan Khofifah, Airlangga juga menyatakan untuk tidak memandang sebelah mata calon gubernur lainnya, seperti Ketua DPRD Jatim, Abdul Halim Iskandar.

Ini karena Abdul Halim juga merupakan Ketua DPW PKB Jawa Timur, yang artinya calon gubernur yang satu ini sudah pasti akan didukung oleh massa PKB yang kita kenal mempunyai basis kuat di Jawa Timur. Dengan melihat hal ini, Airlangga menyarankan untuk semua orang yang memang pasti maju dalam Pilgub Jatim 2018 mendatang untuk sesegera mungkin untuk bisa memperkuat basisnya agar pada akhirnya nanti, mereka akan bisa merebut suara masyarakat Jatim sebanyak-banyaknya.