Transjakarta Usulkan Kenaikan Subsidi 90 Persen

Transjakarta mengusulkan kenaikan subsidi 90% untuk tahun depan.

Operator bus milik kota PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan mengajukan kenaikan lebih dari 90% subsidi Subsidi Layanan Umum (PSO) tahun depan karena rencana perbaikan layanan dan untuk mengakomodasi program OK Trip.

Direktur Utama perusahaan, Budi Kaliwono, mengatakan PSO akan menutup biaya operasional dan produksi, serta meningkatkan jumlah rute dan bus sekaligus mengakomodasi program OK Trip Gubernur Anies Baswedan, yang mengintegrasikan sistem pembayaran antara Transjakarta dan moda transportasi umum lainnya. .

“Jumlah untuk tahun depan lebih besar karena kami ingin meningkatkan layanan kami. Bukan hanya karena kita menambahkan OK Trip, tapi juga karena kita akan memperluas rute kita dan menambahkan lebih banyak bus, “katanya di gedung dewan pada Selasa seperti dilansir beritajakarta.com.

Budi mengatakan jumlah PSO meningkat setelah mempertimbangkan target jumlah penumpang, yang meningkat menjadi 212 juta orang tahun depan dari 145 juta tahun ini.

Dia mengatakan tahun ini subsidi untuk PSO adalah Rp 1,7 triliun, dengan penyerapan anggaran diperkirakan mencapai Rp 1,3 triliun pada akhir tahun.

Dia menambahkan, saat ini, tarif untuk setiap perjalanan adalah Rp 11.000. Namun, penumpang hanya perlu membayar Rp 3.500 untuk setiap perjalanan berkat subsidi.

Cinta Mega, anggota Komisi C DPRD DKI yang mengawasi keuangan, meminta Transjakarta untuk menghitung ulang angka tersebut sehingga bisa sesuai dengan jumlah penyerapan anggaran.

“Jumlahnya Rp 3,3 triliun cukup tinggi, jadi mereka harus menghitung ulang setiap detail agar anggarannya efisien,” katanya.

Gubernur baru DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam kampanyennya memang mengatakan akan menggunakan OK Trip yaitu kartu dengan satu harga untuk layanan transportasi publik Jakarta. Ini akan memudahkan warga Jakarta yang berpergian dengan menggunakan Transjakarta.

Dengan satu harga ini juga diharapkan masyarakat Jakarta untuk lebih memilih beralih ke transportasi-transportasi publik seperti halnya Transjakarta.