BPOM Temukan Beberapa Merk Sarden Terkandung Cacing

BPOM Temukan Beberapa Merk Sarden Terkandung Cacing

Pemerintah Tanjung Pinang di Provinsi Kepulauan Riau telah memerintahkan produsen sarden kaleng untuk menghentikan distribusi produk setelah laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Pekanbaru, Riau, mengkonfirmasi temuan cacing di dalam kaleng sarden.

“Tidak mungkin untuk memeriksa satu per satu. Saya telah meminta [produsen] untuk menarik produk yang memiliki kode yang sama [sebagai produk yang terkontaminasi], ”kata Sekretaris Kota Tanjung Pinang, Riono di Tanjung Pinang, Rabu, sebagaimana dilaporkan oleh Antara.

Riono mengatakan pemerintah setempat telah menginstruksikan badan kesehatan untuk segera menindaklanjuti temuan BPOM.

BPOM melakukan tes laboratorium setelah penduduk membuat klaim di media sosial bahwa mereka telah menemukan cacing di dalam produk ikan kaleng yang banyak dijual di kota.

Kepala BPOM Pekanbaru M. Kashuri menegaskan bahwa kantor telah melakukan uji laboratorium terhadap tiga produk sarden impor – Farmer Jack Mackerel, IO dan Hoki.

Produk terkontaminasi cacing

BPOM menemukan bahwa produk tersebut telah terkontaminasi oleh cacing dan juga meminta produsen untuk menarik produk mereka dari toko.

Kashuri mengatakan bahwa kantornya juga menerima laporan serupa dari kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, kota Selatpanjang dan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dia mengatakan kurangnya kebersihan dan keamanan pangan di bidang manufaktur adalah penyebab dari kasus tersebut. Tentunya ini membuat masyarakat yang biasanya menggunakan ikan sarden sebagai salah satu pilhan untuk lauk menjadi khawatir. Temuan ini juga membuat masyarakat juga jadi khawatir akan mengkonsumsi ikan sarden meskipun pada merek lainnya.

Keamanan dari produk yang dijual dipasaran memang harus terus diperhatikan oleh pihak-pihak yang terkait akan hal ini. Ini juga merupakan hal yang membuat masyarakat merasa terjamin menggunakan berbagai makanan dalam kemasan seperti hal-nya sarden kaleng.