Penganut Ahmadiyah Mengunsi Pasca Diserang Warga

Penganut aliran Ahmadiyah diserang oleh warga karena dianggap sesat pada Sabtu(19/05/18) lalu. Para warga Ahmadiyah yang panik akibat diserang oleh warga akhirnya lari ke hutan hingga akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian. Sedikitnya 6 unit rumah dirusak oleh warga, namun tidak ada korban jiwa atas kejadian ini.

Kejadian penyerangan warga kepada jemaah Ahmadiyah terjadi sektar pukul 12:00 WITA, dan kejadian ini berlangsung sangat cepat. Jemaah Ahmadiyah yang diserang langsung mencoba menyelamatkan diri dengan berlarian menuju hutan.

Ada pun warga yang datang menyerang memang menargetkan rumah para penganut Ahmadiyah, dan tidak menyerang secara fisik. Akibat dari insiden ini, rumah jemaah Ahmadiyah rusak sebanyak 6 unit dan masa Ahmadiyah masih berada di Mapolres Selong Lotim untuk sementara demi keamanan.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) AKBP I Komang Suartana memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Di kutip dari detik.com, Suartana mengatakan “6 Rumah rusak parah. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam penyerangan ini,”

Penanganan pasca serangan

Lebih lanjut Kabid Humad Polda NTB tersebut juga telah menurunkan anggotanya ke tempat kejadian beserta pemuka agama NTB. Usaha preventif untuk menyelesaikan hal ini sangat diutamakan karena memang isu yang diangkat sangat berbahaya dan bisa melebar apabila tidak dilakukan dengan cara benar.

AKBP Suartana juga mengatakan lokasi kejadian saat ini telah kembali kondusif dan tim-nya telah diturunkan ke lapangan.

“Kapolda sudah turun ke Lokasi kejadian, sekarang situasinya sudah aman dan kondusif, para jemaah itu sekarang sudah dievakuasi di Polres Lotim”

Ada pun aliran Ahmadiyah memang dianggap dan telah difatwa sesat oleh Majelis Ulama Indonesia(MUI) karena beberapa alasan. Alasan terkuat hingga akhirnya Ahmadiyah dianggap sesat adalah karena menggap ada nabi lain setelah nabi Muhammmad.

Penyerangan yang terjadi pada kelompok Ahmadiyah bukan hanya kali ini terjadi. Kejadian serupa sudah pernah terjadi, dan masih belum tuntas permasalahannya hingga saat ini.

4 Anak Menjadi Yatim Akibat Serangan Bom Sidoarjo

Sedikitnya empat anak milik dua dari tiga keluarga di belakang serangkaian pemboman di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, pada hari Minggu dan Senin, menjadi yatim setelah orang tua mereka terbunuh dalam ledakan itu.

Dalam ledakan di apartemen Wonocolo (Rusunawa) di Sidoarjo, AR dan dua adik kandungnya, FS, 11, dan GA, 10, kehilangan ayah mereka Anton Ferdiantono, ibu Puspitasari dan kakak tertua HR, 17.

Anton rupanya salah menangani triperoxide triacetone triperoxide yang sangat sensitif (TATP) dan memicu ledakan yang langsung merenggut nyawa Puspitasari dan HR. Anton meninggal kemudian setelah petugas polisi menembaknya untuk mencegahnya memicu bom lain. Polisi percaya bahwa bahan peledak TATP akan digunakan oleh Anton, yang kemudian dikenal sebagai anggota jaringan teror Jamaah Ansharud Daulah (JAD), untuk meluncurkan serangan lain di kota.

Yang termuda di keluarga Anton, GA, harus menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Ngagel untuk luka bakar.

Seperti AR, FS, dan GA, yang tiba-tiba menjadi yatim piatu, Ais, 8, putri dari dugaan pembom bunuh diri Tri Murtiono, 50, juga kehilangan orang tua dan dua saudara laki-laki selama serangan bunuh diri yang melibatkan dua sepeda motor di markas Polisi Surabaya pada hari Senin. Tri, istrinya, Tri Ernawati, 43, dan putra-putra mereka yang lain, MDA, 16, dan MDS, 14, meninggal seketika dalam pemboman sepeda motor. Untungnya, Ais selamat dari ledakan dan diselamatkan oleh seorang petugas polisi yang kebetulan dekat dengan lokasi ledakan. Dia dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menerima perawatan.

Media lokal melaporkan bahwa Kepala Kepolisian Nasional Jenderal Tito Karnavian melihat anak-anak yatim korban bom di Sidoarjo pada hari Senin.

Tito mengatakan ini adalah pertama kalinya teroris di Indonesia membawa serta anak-anak dalam pemboman bunuh diri mereka.

“Di Suriah, [jaringan teror] Negara Islam telah menggunakan anak-anak beberapa kali dalam serangan mereka,” kata Tito kepada wartawan dalam konferensi pers. “Tapi, ini pertama kalinya terjadi di Indonesia.”

Polisi Jawa Timur dilaporkan meminta bantuan dari beberapa psikiater untuk membantu anak-anak yatim piatu dalam menangani trauma psikologis mereka.

Dalam pemboman bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pada hari Minggu, seluruh keluarga enam orang tewas. Para pelaku bom bunuh diri diidentifikasi sebagai Dita Oepriyanto dan istri Puji Kuswati, bersama dengan empat anak, YF, 18, FH, 16, FS, 12, dan PR, 9. Dita dikenal sebagai pemimpin JAD dari bab Surabaya.

25 tewas dan 55 luka

Sedikitnya 25 orang tewas dan 55 lainnya luka-luka dalam pemboman di Surabaya dan Sidoarjo.

Kelompok Negara Islam telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan bunuh diri itu, katanya melalui agensi propagandanya, Amaq.

Kelompok ini juga mengklaim bertanggung jawab atas kerusuhan di markas Brigade Mobil Polisi Nasional (Mako Brimob) di Depok, Jawa Barat, yang menyebabkan kematian lima anggota pasukan elit kontraterorisme polisi, Densus 88, dan 36 jam kebuntuan antara narapidana teror dan pasukan keamanan.

Seorang Guru Jadi Tersangka Karena Menampar Murid

Seorang guru sekolah kejuruan di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, menghadapi tuduhan pelecehan anak setelah video dirinya menampar sembilan muridnya menjadi viral online.

Dalam video tersebut, Lukman Septiadi, 27, ditampilkan membelai pipi seorang siswa sebelum menamparnya.

Polisi Banyumas telah menyebut Lukman sebagai tersangka dalam kasus tersebut, menuntutnya dengan kekerasan anak seperti yang diatur dalam Pasal 80 UU Perlindungan Anak tahun 2002. Artikel itu membawa hukuman maksimal 3,5 tahun penjara.

Para siswa dilaporkan menderita luka pada rahang mereka dan mengeluh telah mengalami sakit kepala abadi.

“Dua dari korban telah dikirim ke rumah sakit dan menerima perawatan,” kata Kapolsek Banyumas Adj. Komisaris Sr. Salamun Bambang Yudhantara mengatakan seperti dikutip oleh kompas.com.

Polisi menanyai Lukman pada Kamis malam, beberapa jam setelah wartawan dan orangtua yang marah tiba di sekolahnya.

Sebelum pergi ke kantor Polisi Banyumas, Lukman mengunggah video dirinya yang membenarkan tindakannya di hadapan para siswa yang diserang.

Lukman mengakui tindakannya

“Ya, itu aku. Saya memukul mereka, dan semua korban ada di sini, ”katanya, meminta orang yang merekam video itu untuk menunjukkan wajah masing-masing korban.

“Aku tahu. Saya mengerti. Saya melakukan ini dengan suatu tujuan. Saya tidak melakukannya [untuk tidak ada]. Saya tidak melakukannya tanpa tujuan, ”katanya dalam video.

Dalam pernyataannya kepada polisi, Lukman mengklaim bahwa ia memukul sembilan siswa karena mereka keluar dari barisan dan sering melompati sekolah.

Ada pun berbagai pendapat muncul terkait hal ini. Beberapa orang menyebut bahwa tindakan yang dilakukan oleh sang guru melampaui batas, beberapa lain menyebutkan bahwa tindakan guru ini tidak seharusnya langsung dibawah ke ranah hukum.

Kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah bukan hanya sekali ini terjadi. Beberapa kejadian tak jarang melibatkan guru ke murid atau sebaliknya, atau kasus kekerasan antar sesama murid.

BPOM Temukan Beberapa Merk Sarden Terkandung Cacing

Pemerintah Tanjung Pinang di Provinsi Kepulauan Riau telah memerintahkan produsen sarden kaleng untuk menghentikan distribusi produk setelah laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Pekanbaru, Riau, mengkonfirmasi temuan cacing di dalam kaleng sarden.

“Tidak mungkin untuk memeriksa satu per satu. Saya telah meminta [produsen] untuk menarik produk yang memiliki kode yang sama [sebagai produk yang terkontaminasi], ”kata Sekretaris Kota Tanjung Pinang, Riono di Tanjung Pinang, Rabu, sebagaimana dilaporkan oleh Antara.

Riono mengatakan pemerintah setempat telah menginstruksikan badan kesehatan untuk segera menindaklanjuti temuan BPOM.

BPOM melakukan tes laboratorium setelah penduduk membuat klaim di media sosial bahwa mereka telah menemukan cacing di dalam produk ikan kaleng yang banyak dijual di kota.

Kepala BPOM Pekanbaru M. Kashuri menegaskan bahwa kantor telah melakukan uji laboratorium terhadap tiga produk sarden impor – Farmer Jack Mackerel, IO dan Hoki.

Produk terkontaminasi cacing

BPOM menemukan bahwa produk tersebut telah terkontaminasi oleh cacing dan juga meminta produsen untuk menarik produk mereka dari toko.

Kashuri mengatakan bahwa kantornya juga menerima laporan serupa dari kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, kota Selatpanjang dan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dia mengatakan kurangnya kebersihan dan keamanan pangan di bidang manufaktur adalah penyebab dari kasus tersebut. Tentunya ini membuat masyarakat yang biasanya menggunakan ikan sarden sebagai salah satu pilhan untuk lauk menjadi khawatir. Temuan ini juga membuat masyarakat juga jadi khawatir akan mengkonsumsi ikan sarden meskipun pada merek lainnya.

Keamanan dari produk yang dijual dipasaran memang harus terus diperhatikan oleh pihak-pihak yang terkait akan hal ini. Ini juga merupakan hal yang membuat masyarakat merasa terjamin menggunakan berbagai makanan dalam kemasan seperti hal-nya sarden kaleng.

Jokowi Beri Lampu Hijau Tentang RUU Masyarakat Adat

Masyarakat Adat telah diberi secercah harapan sebagai Presiden Joko Widodo telah menandatangani surat kepresidenan yang mengizinkan Dewan Perwakilan Rakyat untuk memulai pembahasan dengan kementerian terkait mengenai undang-undang yang telah lama ditunggu tentang perlindungan hak-hak masyarakat adat.

“Dia telah mengirimkannya ke menteri. Saya menerima surat dari Menteri Sekretaris Negara,” kata Menteri Lingkungan dan Kehutanan Siti Nurbaya pada hari Sabtu di depan sekitar 300 masyarakat adat dari seluruh penjuru negeri, yang berkumpul di Minahasa, Sulawesi Utara dari 14-17 Maret untuk Pertemuan Nasional ke-5 Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)

Siti mengatakan surat tersebut dikirim ke kementeriannya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang, yang merupakan sektor pemerintah yang memimpin pembahasan RUU tersebut.

Berita tersebut disambut baik oleh masyarakat adat, yang juga merayakan ulang tahun ke 19 kebangkitan masyarakat adat.

Rukka Sombolinggi, sekretaris jenderal AMAN, mengatakan bahwa mereka sangat berterima kasih atas perkembangan positif tersebut namun dia berharap hal itu bisa terjadi lebih cepat.

“Ini bukan hadiah. Ini adalah tanggung jawab negara. Kita seharusnya memiliki undang-undang perlindungan hak masyarakat adat bertahun-tahun yang lalu, “katanya.

Rukka mengatakan RUU DPR tersebut masih memiliki banyak masalah, beberapa diantaranya terkait dengan perempuan adat dan komisi nasional yang akan mengorganisir masyarakat adat.

“Kami terus mendesak DPR untuk merevisi rancangan undang-undang, sementara juga berkomunikasi dengan pemerintah tentang draf saat ini,” tambahnya.

Rukka juga mengatakan bahwa kunci untuk berhasil dalam mempertimbangkan RUU tersebut adalah bahwa kementerian terkait harus menyisihkan “ego sektoral” mereka dan mulai fokus dan berjuang untuk masyarakat adat bersama-sama.

Proses pengajuan RUU masyarakat adat

RUU masyarakat adat pada awalnya diajukan oleh partai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pada tahun 2012.

Itu termasuk di antara tagihan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) pada tahun 2014, namun dikeluarkan dari daftar pada menit terakhir.

Dua tahun kemudian, pada tahun 2016, akhirnya RUU tersebut ditambahkan ke Prolegnas untuk dimusyawarahkan.

Bandara di Bali Akan Tutup 24 Jam Selama Nyepi

Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali diatur untuk menghentikan operasinya selama 24 jam pada hari Sabtu untuk menghormati Nyepi (Hari raya umat Hindu untuk menyepi). Penutupan tersebut akan berdampak pada setidaknya 482 penerbangan pada hari itu, terdiri dari 244 penerbangan domestik dan 238 penerbangan internasional.

Operator bandara mengatakan akan menghentikan penerbangan mulai pukul 6 pagi waktu setempat pada hari Sabtu sampai jam 6 pagi keesokan harinya.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami akan menghentikan semua layanan di bandara selama Nyepi tahun ini. Penutupan akan berlangsung selama 24 jam sampai pukul 6 pagi pada hari Minggu pagi, “kata general manager Bandara Ngurah Rai Yanus Suprayogi pada hari Rabu.

Penutupan tersebut didasarkan pada surat edaran yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan pada tanggal 1 September 1999, mengenai kegiatan penerbangan Bandara Ngurah Rai selama pelaksanaan Nyepi.

Selama penutupan, semua penerbangan reguler dan piagam dari dan ke Bali tidak akan beroperasi. Operator Bandara Ngurah Rai telah berkoordinasi dengan perusahaan penerbangan negara Airnav Indonesia di Denpasar untuk memberitahukan semua maskapai dan bandara tentang penutupan tersebut.

“Penutupan bandara telah diumumkan ke semua maskapai penerbangan dan bandara di seluruh dunia. Kami telah secara intensif mengkomunikasikan rencana tersebut. Mereka sudah menyesuaikan jadwal mereka, “kata Yanus.

Dia mengatakan otoritas Ngurah Rai akan tetap waspada untuk mengizinkan penerbangan darurat mendarat di bandara. “Selama Nyepi, kami memiliki 368 anggota staf yang akan terus bekerja di bandara untuk mengantisipasi kemungkinan pendaratan darurat, masalah teknis dan proses evakuasi medis,” kata Yanus.

Nyepi bagi para wisatawan di Bali

Ketika hari raya Nyepi, masyarakat atau turis yang sedang berlibur di Bali memang tidak bisa menggunakan banyak fasilitas umum. Mungkin sebaiknya para wisatawan yang sedang berada di Bali menyiapkan seperti keperluan hidup(makanan, minuman, makanan ringan dan lainnya) selama hari raya Nyepi tersebut.

Bagi wisatawan yang ke Bali, ini merupakan hal yang harus dibiasakan, karena memang mayorita masyarakat hindu yang merupakan penganut agama Hindu, maka banyak aktifitas luar yang harus dihentikan 1 x 24 jam saat berlibur ke Bali di hari Nyepi.

Pemerintah Longgarkan Moratorium Hutan Untuk Instalasi Militer

Pemerintah berencana merevisi peraturan presiden 2017 tentang moratorium hutan untuk pembangunan pabrik militer.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengatakan pada hari Rabu bahwa peraturan tersebut menetapkan bahwa izin baru untuk pembangunan di hutan primer dan lahan gambut hanya dapat dikeluarkan untuk pengembangan proyek strategis pemerintah, namun tidak jelas apakah perkembangan yang terkait dengan militer disertakan.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu telah meminta agar peraturan tersebut direvisi.

“Menurut saya, permintaan itu masuk akal, karena hal-hal yang berkaitan dengan pertahanan seperti membangun bandara militer di hutan juga merupakan proyek strategis,” katanya di Istana Kepresidenan, menambahkan bahwa dia akan mempelajari permintaan tersebut.

Peraturan moratorium hutan tersebut pertama kali dikeluarkan pada tahun 2011 di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Telah diperpanjang setiap dua tahun, dengan perpanjangan terbaru yang dibuat oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Juni tahun lalu.

“Saya akan mempelajari usulan revisi dengan tim saya,” kata Siti.

Untuk kepentingan nasional

Dengan merevisi moratorium hutan yang akan dibangun untuk pabrik dan basecamp militer, ini nantinya berguna untuk banyak hal. Pembangunan pabrik untuk kepentingan militer ini tentunya juga akan berdampak positif untuk kepentingan nasional.

Usulan ini mungkin nantinya akan menimbulkan pro dan kontra, karena hutan di Indonesia memang telah banyak mengalami kerusakan. Dengan digunakannya hutan jika disetujui untuk pembangunan pabrik militer bisa jadi menjadi kebijakan yang akan mendapat protes dari beberapa pihak.

Rencana revisi ini memang belum ditentukan apakah akan terjadi atau tidak, namun semoga saja apabila hal ini terealisasi, maka pembangunan markas militer ini akan berdampak positif bagi sektor militer dan keamanan nasional.

Perbaikan Jalur Puncak Ditargetkan Sebelum Lebaran

Inspektur Polisi Jawa Barat. Jenderal Agung Budi Maryoto mengatakan bahwa dia berkomitmen untuk membantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan menyelesaikan perbaikan jalan di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Berbicara saat melakukan pemeriksaan jalan di Puncak pada hari Sabtu, Budi mengatakan bahwa dia berharap jalan tersebut dapat diperbaiki sebelum Lebaran tahun ini, yang akan jatuh pada tanggal 15 sampai 16 Juni.

“Puncak merupakan daerah tujuan wisata favorit bagi masyarakat kita. Saya harap kita bisa mensurvei lagi untuk menentukan daerah mana yang rawan tanah longsor untuk melakukan tindakan antisipatif sebelum terjadi kecelakaan. Jadi kita tidak akan khawatir bepergian melalui Puncak untuk merayakan Idul Fitri, “kata Budi.

Jalan dekat Riung Gunung dan kurva Pinus rusak parah setelah tanah longsor melanda Puncak. Pedagang kaki lima terus melakukan kegiatan usahanya di daerah tersebut. Bahan sampah dan konstruksi telah menyumbat sistem drainase yang dibangun di bawah jalan melengkung, sehingga lebih mudah terkena tanah longsor.

Thorik dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan mengatakan, jalan di sepanjang rute Puncak Pass akan diperlebar untuk menampung kendaraan yang melaju di kedua arah.

Berbicara soal perbaikan jalan di dekat Riung Gunung dan kurva Pinus, dia mengatakan bahwa kementerian tersebut pertama kali menunggu hasil cek tanah yang dilakukan oleh laboratorium Balai Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Jawa Barat.

Jalur puncak yang tengah mengalami permasalahan karena roboh dibeberapa titik memang membuat lalu lintas menuju kawasan tersebut terganggu. Untuk saat ini, memang terdapat jalur alternatif yang bisa digunakan dari Jakarta menuju Puncak, Bogor, namun ini memerlukan jarak dan waktu yang lebih banyak sehingga jalur umum yang biasa diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

Kementrian Mengatakan Untuk Melengkapi Kendaraan Dengan Alat Monitoring

Kementerian mengatakan untuk melengkapi kendaraan yang mengendarai kendaraan dengan perangkat pemantauan atau monitoring.

Kementerian Perhubungan telah meminta Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk segera memenuhi janjinya untuk menyediakan kendaraan yang mengendarai kendaraan dengan perangkat pemantauan dalam bentuk dasbor khusus sehingga pemerintah dapat memantau operasi pengangkatan penumpang.

Direktur Perhubungan dan Moda Angkutan Cucu Mulyana mengatakan di Jakarta pada hari Senin bahwa dasbor adalah instrumen yang diperlukan untuk pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan No. 108/2018 yang baru dikeluarkan untuk angkutan umum non-rute.

“Dasbor akan membantu pelaksanaan Peraturan No. 108 menjadi lebih efektif dan efisien,” katanya seperti dilansir tempo.co, menambahkan bahwa dasbor akan memberi data kepada Kementerian Perhubungan tentang jumlah kendaraan yang beroperasi dan juga sekitar transaksi.

Dia mengatakan bahwa, dengan dasbor khusus, pejabat dari badan transportasi regional dapat memantau operasi untuk memastikan bahwa semua pengemudi kendaraan yang beroperasi dengan aplikasi yang memenuhi syarat sesuai dengan tingkat langit-langit dan lantai.

Dia menekankan bahwa Kementerian Perhubungan perlu bekerja sama dengan lembaga pemerintah lainnya untuk memberlakukan peraturan tersebut.

“Kementerian Telekomunikasi dan Informasi perlu mengeluarkan peraturan tentang penyedia aplikasi. Kurangnya peraturan tersebut menyebabkan masalah dalam pengoperasian kendaraan bermitra dengan penyedia aplikasi, “kata Cucu.

Peraturan Menteri Perhubungan No. 108/2018 hanya membahas masalah transportasi, sementara peraturan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika akan mengatur teknologinya.

Empat Tersangka Pembalakan Liar Ditangkap di Hutan Konservasi

Polisi Merbau telah menangkap empat tersangka pembalak liar saat melakukan operasi di desa Kudap, kabupaten Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti di Provinsi Riau.

Mereka adalah Munir, 50, warga desa Tanjung Padang; Bunari, alias Ibun, 36, dan Khaironi, 17, keduanya warga desa Dedap; dan Marhalim, alias Alim, 43, warga desa Kudap.

Kepala Polisi Merbau Pertama Insp. Roemin Putra mengatakan, para tersangka ditangkap saat mereka memproses kayu di kawasan hutan konservasi yang merupakan kawasan konsesi hutan raksasa Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

“Kami menerima informasi tentang kegiatan pembalakan liar dari RAPP dua hari yang lalu. Menindaklanjuti laporan mereka, kami mengirim 10 personel ke lokasi. Begitu tim tiba di lokasi, mereka menangkap pelaku saat mereka memproses kayu alami yang mereka ambil dari hutan, “kata Roemin pada hari Kamis.

Berdasarkan hasil awal penyelidikan polisi, diketahui bahwa tersangka telah memotong kayu bulat – dengan diameter sekitar 75 sentimeter – menjadi dua bagian agar lebih mudah bagi mereka untuk mengangkut kayu keluar dari hutan.

“Setiap hari mereka menjarah hutan dan mengolah kayu bulat dengan dua gergaji mesin, genggam, palu dan kapak. Kami telah menyita mereka semua, “kata Roemin. Berbagai jenis kayu, seperti geronggang, meranti, ramin dan balam disita sebagai bukti.

Roemin mengatakan, para tersangka telah mengaku mencuri kayu tersebut karena motif ekonomi. Mereka menjual kayu bulat ke penduduk terdekat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Kasus pembalakan liar memang masih menjadi salah satu kasus yang sering terjadi. Penebangan pohon memang banyak motif bagi para pelaku, tak sedikit pula pelaku dari penebangan pohon liar ini merupakan perusahaan atau perorangan yang ingin membuka lahan atau menjual belikan kayu tersebut.