Empat Tersangka Pembalakan Liar Ditangkap di Hutan Konservasi

Empat Tersangka Pembalakan Liar Ditangkap di Hutan Konservasi

Polisi Merbau telah menangkap empat tersangka pembalak liar saat melakukan operasi di desa Kudap, kabupaten Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti di Provinsi Riau.

Mereka adalah Munir, 50, warga desa Tanjung Padang; Bunari, alias Ibun, 36, dan Khaironi, 17, keduanya warga desa Dedap; dan Marhalim, alias Alim, 43, warga desa Kudap.

Kepala Polisi Merbau Pertama Insp. Roemin Putra mengatakan, para tersangka ditangkap saat mereka memproses kayu di kawasan hutan konservasi yang merupakan kawasan konsesi hutan raksasa Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

“Kami menerima informasi tentang kegiatan pembalakan liar dari RAPP dua hari yang lalu. Menindaklanjuti laporan mereka, kami mengirim 10 personel ke lokasi. Begitu tim tiba di lokasi, mereka menangkap pelaku saat mereka memproses kayu alami yang mereka ambil dari hutan, “kata Roemin pada hari Kamis.

Berdasarkan hasil awal penyelidikan polisi, diketahui bahwa tersangka telah memotong kayu bulat – dengan diameter sekitar 75 sentimeter – menjadi dua bagian agar lebih mudah bagi mereka untuk mengangkut kayu keluar dari hutan.

“Setiap hari mereka menjarah hutan dan mengolah kayu bulat dengan dua gergaji mesin, genggam, palu dan kapak. Kami telah menyita mereka semua, “kata Roemin. Berbagai jenis kayu, seperti geronggang, meranti, ramin dan balam disita sebagai bukti.

Roemin mengatakan, para tersangka telah mengaku mencuri kayu tersebut karena motif ekonomi. Mereka menjual kayu bulat ke penduduk terdekat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Kasus pembalakan liar memang masih menjadi salah satu kasus yang sering terjadi. Penebangan pohon memang banyak motif bagi para pelaku, tak sedikit pula pelaku dari penebangan pohon liar ini merupakan perusahaan atau perorangan yang ingin membuka lahan atau menjual belikan kayu tersebut.