Paspor Jurnalis BBC Ditahan Terkaitan Cuitan Di Twitter

Paspor Jurnalis BBC Ditahan Terkaitan Cuitan Di Twitter

Kantor imigrasi Timika memiliki paspor milik jurnalis Australia Rebecca Alice Henscke menyusul tweetnya yang mengkritik pemberian bantuan wabah campak dan malnutrisi di Asmat, Papua.

Salah satu tweet yang dimaksud diterbitkan di akun pribadinya pada 1 Februari, mengatakan bahwa persediaan makanan yang diberikan oleh pemerintah hanya terdiri dari mie instan, minuman ringan dan biskuit manis.

Menanggapi pos tersebut, Militer Indonesia (TNI), yang mengklaim dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jumat bahwa “apa yang dia tulis tidak mencerminkan kebenaran. Dalam foto, [makanan dan minuman] bukanlah bantuan kemanusiaan, namun produk yang dijual oleh pedagang dan secara tidak sengaja ditempatkan [di dermaga]. ”

Campak telah menewaskan setidaknya 71 anak di Asmat, Papua. Indonesia sekarang terdaftar di antara lima negara dengan jumlah kasus kasus anak terbanyak, terutama di provinsi paling timur di negara ini.

Henscke adalah seorang jurnalis yang telah melaporkan untuk BBC Indonesia sejak 2006, menurut akun LinkedIn-nya. Dia juga telah melaporkan berbagai media seperti SBS dan Tempo, mengenai isu-isu di Asia Tenggara.

Juru bicara Direktorat Jenderal Imigrasi Agung Sampurno mengatakan dalam pernyataan tertulisnya, twitter Henschke menyinggung tidak hanya kepada pemerintah tapi juga mempermasalahkan jurnalisme sebagai sebuah profesi.

“Kebijakan Imigrasi Nasional adalah Kebijakan Selektif, dimana hanya orang asing yang membawa manfaat bagi bangsa tersebut untuk dikunjungi dan tinggal di Indonesia,” tulisnya.

Selanjutnya, Agung menyatakan bahwa Henschke sekarang sedang diselidiki dan diawasi Tim PORA (Tim Penumpang Asing).

Adapun bencana yang melanda suku Asmat di Papua memang banyak mendapat sorotan baik dalam negeri maupun luar negeri. Pemerintah Jokowi banyak dikritik lantaran dianggap tidak cekatan untuk mengatasi permasalahan campak di Papua tersebut.

Adapun TNI diturunkan dan dipimpin langsung oleh Panglia TNI untuk meninjau serta memberikan pertolongan lebih lanjut terkait permasalahan ini. TNI juga diturunkan untuk memantau meskipun keadaan di Asmat dinilai telah kondusif.