Penganut Ahmadiyah Mengunsi Pasca Diserang Warga

Penganut aliran Ahmadiyah diserang oleh warga karena dianggap sesat pada Sabtu(19/05/18) lalu. Para warga Ahmadiyah yang panik akibat diserang oleh warga akhirnya lari ke hutan hingga akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian. Sedikitnya 6 unit rumah dirusak oleh warga, namun tidak ada korban jiwa atas kejadian ini.

Kejadian penyerangan warga kepada jemaah Ahmadiyah terjadi sektar pukul 12:00 WITA, dan kejadian ini berlangsung sangat cepat. Jemaah Ahmadiyah yang diserang langsung mencoba menyelamatkan diri dengan berlarian menuju hutan.

Ada pun warga yang datang menyerang memang menargetkan rumah para penganut Ahmadiyah, dan tidak menyerang secara fisik. Akibat dari insiden ini, rumah jemaah Ahmadiyah rusak sebanyak 6 unit dan masa Ahmadiyah masih berada di Mapolres Selong Lotim untuk sementara demi keamanan.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) AKBP I Komang Suartana memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Di kutip dari detik.com, Suartana mengatakan “6 Rumah rusak parah. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam penyerangan ini,”

Penanganan pasca serangan

Lebih lanjut Kabid Humad Polda NTB tersebut juga telah menurunkan anggotanya ke tempat kejadian beserta pemuka agama NTB. Usaha preventif untuk menyelesaikan hal ini sangat diutamakan karena memang isu yang diangkat sangat berbahaya dan bisa melebar apabila tidak dilakukan dengan cara benar.

AKBP Suartana juga mengatakan lokasi kejadian saat ini telah kembali kondusif dan tim-nya telah diturunkan ke lapangan.

“Kapolda sudah turun ke Lokasi kejadian, sekarang situasinya sudah aman dan kondusif, para jemaah itu sekarang sudah dievakuasi di Polres Lotim”

Ada pun aliran Ahmadiyah memang dianggap dan telah difatwa sesat oleh Majelis Ulama Indonesia(MUI) karena beberapa alasan. Alasan terkuat hingga akhirnya Ahmadiyah dianggap sesat adalah karena menggap ada nabi lain setelah nabi Muhammmad.

Penyerangan yang terjadi pada kelompok Ahmadiyah bukan hanya kali ini terjadi. Kejadian serupa sudah pernah terjadi, dan masih belum tuntas permasalahannya hingga saat ini.